Senin, 09 November 2015

Kisah Pidato Bung Tomo

Apa Peran Bung Tomo di Perang Surabaya 10 November 1945?


 Bung Tomo berpidato di depan rakyat Jawa Timur, 1950an. [Dok. Keluarga] ☆

N
amanya Sutomo, orang menyebutnya Bung Tomo. Setiap kali Indonesia memperingati peristiwa 10 November yang kini sudah 70 tahun, setiap kali pula Bung Tomo disebut. Apa sebenarnya peran Bung Tomo pada republik sehingga namanya tak pernah dipisahkan dari pertempuran bersejarah itu? "Peran utama Bung Tomo adalah orasi dia yang membakar rakyat untuk memberikan perlawanan," kata sejarawan Rushdy Hoesein.

Setidaknya itu yang terlihat dalam pertempuran di Surabaya. Selama tiga pekan memang terkenal. inilah pertempuran melawan pasukan asing pertama dan terbesar sesudah Proklamasi 1945. Sebanyak 6.000-16.000 pejuang Republik gugur dan 200 ribu warga sipil mengungsi. Di pihak lawan, setidaknya 2.000 orang terbunuh. Wajar jika kemudian pemerintah menetapkan peristiwa 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Umur Sutomo atau Bung Tomo waktu itu masih 25 tahun dan ia menjadi kepala departemen penerangan di organisasi Pemuda Republik Indonesia. Organisasi ini memiliki laskar terbesar di Surabaya. Tapi justru dengan posisi itu wartawan Domei--sekarang Antara--Surabaya ini tahu bagaimana membangkitkan pemberontakan rakyat.

Bung Tomo, seperti pemuda yang menyiarkan Proklamasi ke seluruh dunia melalui Radio Republik Indonesia, juga memakai media elektronik untuk mengkomunikasikan perjuangan ke berbagai penjuru. Ia memilih melancarkan agitasi dan propaganda lewat corong radio.

Orasinya setiap hari pada pukul setengah enam sore selalu ditunggu. Sejarawan Rusdhy Husein menyebut, orang menyemut di sekitar tiang-tiang pengeras suara yang tersebar di berbagai sudut Surabaya. Suara Sutomo di Radio Pemberontakan itu bahkan terdengar hingga ke Yogyakarta.



Siaran Radio yang Ditunggu  Bung Tomo bersiap melakukan siaran radio, 1947. [Dok.Dukut] ☆
Moechtar, mantan Pemimpin Redaksi Panjebar Semangat, majalah berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya memberi kesaksian seputar pidato Bung Tomo dan Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Ia kini berusia 90 tahun, lahir di Pacitan pada 22 Februari 1925.

Moechtar sekolah di Hollandshe Indische Kweekschool Yogyakarta. Ketika Jepang masuk Indonesia, sekolah berlanjut ke Sekolah Guru Menengah Laki-laki. Setelah revolusi kemerdekaan, Moechtar melanjutkan luliah di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Fakultas Sosiologi Jurusan Publisistik di Universitas Indonesia di Jakarta.

Moechtar mengingat, ketika tahun 1945, sekolah tidak terurus, diliburkan akibat perang berkecamuk. Ketika itu, Jepang bertekuk lutut ke Sekutu, dan Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan. Namun, situasi belum normal. Sehingga, pemerintahan dan juga sekolah belum terurus dengan baik.

Dalam situasi yang tak menentu sehingga sekolah libur, Moechtar yang saat itu sekolah di Yogyakarta, memilih untuk sementara tinggal di Kediri, Jawa Timur. "Saya ke tempat paman saya yang bernama Soedjito. Ia menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Kediri," kata Moechtar, Ahad 22 Oktober 1945.

Kini, Moechtar tinggal di Pucang Asri, Kota Surabaya dalam posisi banyak berbaring akibat pernah jatuh sehingga tulang belakangnya trauma. Daya ingat Moechtar masih kuat, meski sekali-sekali ia perlu waktu lama untuk mengingat sesuatu.

Sebagai pejabat Kediri, Soedjito tinggal di tengah kota, di dekat Pasar Pahing di Kelurahan Jamsaren, Kediri. Selama tinggal di rumah pamannya ini, Moechtar punya kegiatan yang hampir rutin tiap hari. Ketika jarum jam menunjuk jam lima petang, Moechtar mendapat tugas untuk mengeluarkan radio merk Philips yang berbentuk kotak, dari kayu.

Ia mengatakan, radio merupakan barang mewah pada saat itu. Di Kediri, kata dia, yang punya radio bisa dihitung dengan jari. "Karena paman saya kepala dinas pekerjaan umum, penghasilannya cukup untuk membeli radio," kata Moechtar.

Ia mengeluarkan radio milik pamannya dari dalam rumah ke halaman rumah yang luas. Di halaman rumah, sudah menunggu penduduk sekitar tempat pamannya tinggal. Mereka menunggu siaran Bung Tomo.

Bahkan, ada juga yang datang dari tempat jauh di Kediri. Setidaknya ada 20 hingga 30 orang yang takzim menunggu di halaman untuk mendengarkan siaran radio. Kadang, yang datang hingga 50 orang.

Menurut Moechtar, saat itu, stasiun radio yang memancarkan siaran hingga masuk Kediri cuma satu. Ketika itu, belum banyak siaran radio. Sehingga, Moechtar tidak pernah memindah stasiun radio ke stasiun lain karena memang tidak ada yang lain. Siaran yang paling ditunggu itu adalah siaran dari radio yang dimiliki Bung Tomo. Isinya, pidato Bung Tomo selama sekitar setengah jam.

Alutsista Buatan Dalam Negeri Jadi Andalan Korpaskhas TNI

Korpaskhas Prioritaskan Pengembangan Pertahan Udara, Peluru KendaliP2 Commando produksi PT SSE ☆


Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU perlu melakukan peremajaan dan pembaruan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Kondisi tersebut mengingat berkembangnya kemajuan zaman dan makin tingginya beragam ancaman pertahanan keamanan negara. Alutsista buatan dalam negeri menjadi andalan bagi pasukan khusus tersebut.

"Kami cinta produk dalam negeri. Maka kami mengutamakan (alutsista) produksi dalam negeri," kata Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena usai acara pengangkatan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu sebagai Warga Kehormatan Korpaskhas di Mako Paskhas TNI AU, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2015).

Menurut Adrian, Korpaskhas tetap setia dengan produk made in Indonesia yang tak kalah bagus kualitasnya dengan produksi luar negeri. Tentu saja, sambung dia, mengandalkan alutsista buatan bangsa sendiri bisa menciptakan industri atau perusahaan negara atau swasta dalam negeri semakin berkembang.

TNI AU secara bertahap akan memperbarui alutsista. Adrian menegaskan, sebanyak 119 tipe alutsista yang tengah diproses pemerintah.

"Standar kita ialah produk buatan Pindad dan perusahaan dalam negeri lainnya. Karena kekuatan militer suatu negara itu tergantung dari kemampuan negara memproduksi sistem pertahanannya," kata Adrian.

Jenis alutsista dimaksud Adrian antara lain kendaraan tempur Anoa produksi PT Pindad serta P2-Commando buatan PT Sentra Surya Ekajaya. "Kini prioritas kami mengembangkan pertahanan udara, yaitu merencanakan peluru kendali," ujar Adrian.

Menhan Ryamizard Ryacudu beserta Adrian dan rombongan sempat melihat aneka produk alutsista yang dipamerkan sejumlah perusahaan antara lain PT Pindad, PT Sentra Surya Ekajaya dan PT Indo Pacific Communication & Defence di area lapangan upacara Mako Paskhas TNI AU. Produk itu terdiri berbagai kendaraan tempur, senjata api dan pesawat.

Ryamizard mengatakan pada era modern saat ini pasukan khusus seperti Korpaskhas TNI AU perlu alutsista berbasis teknologi canggih atau sistem kerja komputer. "Untuk saat ini alutsista pasukan khusus sudah ideal. Tapi ada hal perlu ditambah, karena sudah lama. Lalu IT (berbasis Informasi Teknologi) yang sudah ketinggalan, kami perbarui," ujar Ryamizard.

Lebih lanjut Ryamizard menyebutkan jenis alutsista yang diperlukan pasukan khusus di antaranya senjata untuk penembak runduk, sistem jammer untuk pertahanan dan lainnya. "Kita mampu beli, dananya tidak besar. Anggaran sudah ada, tapi apakah oleh DPR bisa ditambah, kami nanti lihat lagi," kata Ryamizard. 

Sukhoi TNI Cegat Pesawat Penyusup di Langit Tarakan


Dipaksa Turun di Tarakan Pesawat Sukhoi TNI AU. (CNN Indonesia/Safir Makki)☆

A
ngkatan Udara Tentara Nasional Indonesia mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat (intersepsi) pesawat asing yang melanggar wilayah udara Republik Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11).

"Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.

Peristiwa itu, ujar Dwi, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.

"Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ," kata Dwi.

Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, ujar Dwi, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.

 Diterbangkan Pilot AS 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia Marsekal Pertama Dwi Badarmanto menyatakan pesawat asing yang tertangkap radar menyusup di langit Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11), dipiloti oleh tentara Amerika Serikat.

"Pesawat itu diawaki oleh orang Amerika. Isinya satu pilot itu saja. Sekarang pesawat sudah dipaksa turun dan pilot dimintai keterangan kenapa dia terbang di situ, melanggar wilayah udara Indonesia," kata Dwi kepada CNN Indonesia.

Pilot tersebut bernama James Patrick Murphy. Dia adalah penerbang Angkatan Laut AS. Saat ini Murphy sedang diinterogasi secara intensif oleh TNI AU di Tarakan, sementara pesawat jenis propeller first engine Cessna yang dia terbangkan diparkir di Pangkalan Udara TNI.

"Masih dalam penyidikan," ujar Dwi. Murphy akan diperiksa sesuai proses hukum di Indonesia yang kemungkinan menghabiskan waktu satu-dua hari.

Dwi menyatakan pelanggaran wilayah udara di Indonesia telah berulang kali terjadi, termasuk di langit Tarakan. "Ini mungkin yang ke-19 sepanjang tahun ini. Pokoknya kami tak mau ambil risiko. Begitu ada pelanggaran, kami paksa dia turun," kata Dwi.

Pelanggaran udara di wilayah Indonesia terjadi di saat konflik di Laut China Selatan tengah memanas. AS belum lama ini mengirimkan kapal perangnya berlayar di sekitar pulau reklamasi buatan China yang terletak dekat Kepulauan Spratly yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai miliknya, dan mengabaikan keberatan dari Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Klaim ini terus menyulut ketegangan di kawasan tersebut. (agk)

Minggu, 08 November 2015

Indonesia Telah Putuskan Pembelian Pesawat Tempur Su-35

Dengan memperoleh Transfer Teknologi Perakitan dan PerawatanSuper Flanker Su 35 Rusia [Marina] ☆


Militer Indonesia - tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

"Indonesia telah mengambil keputusan mengenai pembelian pesawat tempur Rusia Su-35, sekarang dibicarakan transfer teknologi perakitan pesawat", ucap kepada agensi berita RIA Novosti Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perusahaan "Rostech" Viktor Kladov di pameran aviasi internasional Dubai Airshow-2015.

"Indonesia telah mengambil keputusan, apa langkah berikutnya? Tunggu saja", kata Kladov, menjawab pertanyaan wartawan mengenai proses negosiasi pemasokan Su-35 ke Indonesia (08/11/2015).

Beliau menambahkan bahwa Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

"Negosiasi menjadi lebih majemuk karena saat ini dibicarakan bukan hanya pemasokan Su-35, tetapi juga transfer teknologi", tutur Kladov.

Pada bulan September Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli skuadron pesawat tempur Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai empat dekade. 

  ☠ RBTH  

TNI AL kerahkan tujuh KRI ke Natuna

Militer Indonesia - Angkatan Laut mengerahkan tujuh Kapal Perang RI (KRI) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Ini merupakan patroli rutin yang dilakukan oleh TNI AL untuk menjaga perairan Natuna. Terlebih, di kawasan Natuna sering terjadi illegal fishing," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zainudin ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Minggu.

Ia pun membantah pengerahan tujuh kapal perang milik TNI AL itu untuk mengantisipasi memanasnya Laut China Selatan.

"Kita tidak ada konflik terkait Laut China Selatan. Kita hanya menjaga kedaulatan dan pertahanan NKRI," jelasnya.

Menurut dia, tujuh KRI yang dikerahkan itu tidak seluruhnya berada di perairan Natuna, Kepulauan Riau, namun secara bergiliran melakukan operasi atau patroli.

"Tiga KRI standby di perairan Natuna, sementara empat KRI lainnya berada di pangkalan Tanjung Uban. Mereka secara bergiliran melakukan patroli," tuturnya.

Ia mengungkapkan, dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, TNI AL selalu melakukan patroli setiap harinya, baik di wilayah Timur maupun di wilayah Barat dengan jumlah KRI sekitar 40 kapal lebih.

"Di wilayah Indonesia Timur kita kerahkan sebanyak 20 kapal lebih untuk menjaga wilayah Ambalat, Laut Arafuru dan lainnya. Di wilayah Indonesia bagian Barat, kita juga mengerahkan 20 kapal, seperti Selat Malaka, Laut Natuna dan lainnya," katanya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, pengerahan tujuh KRI ke perairan Natuna untuk melakukan patroli.

"Itu kan operasi rutin, kita kan dalam 365 hari kegiatan patroli itu kegiatan patroli pengamanan perbatasan. Dan juga kegiatan patroli yang berkenaan dengan keadilan di laut, baik di Laut Natuna, Sulawesi, maupun Samudera Hindia. Termasuk yang sudah tergelar berkaitan dengan kerja sama bersama tetangga, patroli koordinasi," katanya.

  ☠ Antara  

Pindad Raih Penghargaan Top IT 2015

Pindad perlu hadir di sektor cyber karena sektor ini merupakan kebutuhan penting di tanah air dalam melindungi asset strategis nasional lainnya, khususnya di masa depan,Produk Pindad di masa depan, Anoa Amfibi & Badak [defence.pk] ☆

PT Pindad (Persero) meraih pengharhaan Top IT & Telco 2015 untuk kategori implementasi IT di sektor industri pertahanan. "Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan performa dan daya saing perusahaan," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim di Bandung, Ahad (8/11).

Penghargaan diberikan kepada PT Pindad (Persero) karena perusahaan telah berhasil melakukan peningkatan performance dan implementasi teknologi informasi untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan. Top IT & Telco 2015 merupakan ajang penghargaan bagi perusahaan yang telah berhasil mengaplikasikan dan memanfaatkan Information and Communications Technology (ICT) untuk meningkatkan performa, daya saing, dan pelayanan bisnis perusahaan.

Pengelolaan teknologi informasi itu, tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) perusahaan yang menyatakan bahwa dalam salah satu poin strategi fungsional, bidang teknologi informasi diharapkan dapat menyediakan suatu sistem aplikasi yang mendukung strategi korporasi dan strategi usaha setiap lini usaha.

Selain itu menyediakan atau menyajikan informasi buat manajemen, dan mendukung pengelolaan knowledge management. "Divisi Teknologi Informasi berhasil menerapkan Enterprise Resources Planning (ERP) secara menyeluruh di setiap lini bisnis perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Simly mennyataan hal itu merupakan hal yang baik dan diharapkan implementasi ERP merupakan salah satu faktor yang dapat berujung kepada operational excellence perusahaan. Peningkatan daya saing perusahaan dianggap penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai akhir tahun 2015.

Untuk implementasi teknologi informasi selanjutnya Pindad telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan perusahaan asal Inggris, BAE System untuk memproteksi kepentingan strategis Indonesia dari cyber attack.

"Pindad perlu hadir di sektor cyber karena sektor ini merupakan kebutuhan penting di tanah air dalam melindungi asset strategis nasional lainnya, khususnya di masa depan," kata Silmy.  

  ☠ republika  

Konflik Laut China Selatan

Sikap Presiden Xi Lembut tapi TegasPresiden China Xi Jinping (kiri) disambut PM Singapura, Lee Hsien Loong. | (Reuters) ☆


Presiden China, Xi Jinping, pada Sabtu (7/11/2015) angkat bicara soal sikapnya dalam menyikapi konflik Laut China Selatan. Presiden Xi memilih cara lembut untuk penyelesaian konflik namun tegas jika untuk melindungi kedaualatan dan hak maritim China.

Ketika berbicara di Universitas Nasional Singapura, Xi Jinping mengatakan, sengketa wilayah di Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai, yakni melalui perundingan.

Kawasan maritim yang kayak energi itu jadi sengketa antara China dengan Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei. China mengklaim hampir 90 pesen kawasan maritim itu berdasarkan peta kuno yang mereka miliki. Namun, negara-negara lain yang bersengketa menolak klaim itu.

Ketegangan semakin memanas ketika Amerika Serikat (AS) ikut campur untuk menentang klaim China. AS setidaknya telah mengirim kapal perang USS Lassen untuk bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau buatan China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.

AS berdalih, kawasan Laut China Selatan merupakan kawasan internasional, sehingga pesawat dan kapal AS berhak bernavigasi setiap saat. Namun, China menilai manuver kapal perang AS itu sebagai provokasi dengan dalih kebebasan navigasi.

"Untuk menjaga kedaulatan dan hak maritim, itu wajar dan tanggung jawab Pemerintah China yang harus ditempuh," kata Presiden Xi, seperti dikutip Reuters.

"Hak berlayar atau terbang tidak jadi masalah dan tidak akan menjadi masalah, karena China membutuhkan kebebasan di Laut China Selatan," lanjut dia.

"Meskipun beberapa pulau, di mana China memiliki kedaulatan telah diduduki oleh orang lain, China telah selalu berkomitmen untuk memecahkan masalah itu dengan negosiasi damai," imbuh Xi. "China berkomitmen untuk bekerja dengan negara-negara itu secara langsung untuk memecahkan masalah sengketa atas dasar penghormatan fakta-fakta sejarah, menurut hukum internasional dan melalui diskusi serta negosiasi."

Xi menegaskan bahwa China memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan Laut China Selatan.

 Pentagon Tegaskan Opsi Militer Berlaku terhadap China 


Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter, menegaskan bahwa AS bertekad menempatkan opsi penggunaan kekuatan militer terhadap China. Hal itu disampaikan dalam pidato sambutannya di di Pearl Harbor, Hawaii, hari Jumat.

"Kami pasti mengawasi China dan kami mengambil khusus untuk memastikan kami tetap menghadapi kemampuan militer China," kata Carter. "Ini dibangun dalam anggaran kami," lanjut Carter, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (7/11/2015).

Menteri Pertahanan AS itu singgah di Hawaii setelah melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan Asia-nya di Malaysia.

"Kebijakan kami terhadap wilayah ini tidak satu untuk membagi atau mengecualikan, mencegah China atau orang lain. Kebijakan kami adalah salah satu dari inklusi," imbuh Carter.

Pada hari Kamis lalu, Carter naik kapal induk nuklir AS, USS Theodore Roosevelt di Laut China Selatan. Aksi itu menunjukkan sinyal AS untuk tetap mempertahankan kehadiran Angkatan Laut AS di wilayah yang jadi sengketa antara China dan negara-negara ASEAN itu. Aksi Carter itu membuat para pejabat China marah karena dianggap sebagai provokasi terang-terangan.

"Kami prihatin tentang kegiatan mereka (China) di Laut China Selatan," kata Carter. Kendati demikian, dia tetap akan mengupayakan penyelesaian konflik Laut China Selatan secara diplomatis. (mas

  ☠ sindonews