Senin, 21 April 2014

Sukhoi-37 Terminator Super Flanker (Flanker-F)

Berkas:Su37 2.jpg
Militer Indonesia-Hadir lagi sosok mengejutkan dari Sukhoi yang sudah berdatangan ke negeri ini, yakni Su 37 Terminator mengisi arsenal TNI AU untuk jajaran wilayah timur dan selatan. Camo yang mirip dengan Sukhoi tetangga namun berkursi tunggal layaknya Su-27/35, yang mampu lepas landas secara vertikal (VTOL) dan cocok untuk bandara yang memiliki panjang runway pendek. 
Sebagian besar lahir di Uni Soviet dan Amerika Serikat pada akhir 70-an dan lebih luas selama dekade berikutnya teknologi dorong vectoring hasil dalam manuver hiper pesawat yang memiliki mereka, berkat penambahan nozel diatur dalam Tips reaktor. Untuk melakukan hal ini produsen pesawat terinspirasi pendaratan sistem lepas landas pejuang dukungan VTOL vertikal seperti Harrier II . Namun, vectoring thrust dalam penerbangan jauh lebih rumit untuk diterapkan daripada transisi dari vertikal ke horisontal penerbangan. Itulah sebabnya ada jauh lebih sedikit jet dengan teknologi ini sebagai VTOL. Yang paling sukses dari pesawat ini tidak diragukan lagi jet tempur Rusia Sukhoi Su-37 .
Pada tahun 80-an Sukhoi memutuskan untuk memulai program yang sangat mahal, terutama karena kasus Uni Soviet tampaknya kosong dengan kecepatan tinggi, untuk mengembangkan untuk kebutuhan pemburu Angkatan Udara Depan kerja berbasis teknologi tinggi di putar nozzle thrust vectoring. Tetapi untuk mengurangi biaya yang meramalkan produsen memusingkan memutuskan untuk mendasarkan pesawatnya on / strong> prototipe T-10S-70, turunan dari perangkat Su-27 Flanker , dan yang terus garis besar.
Namun, kebangkrutan diumumkan, Uni Soviet dan disintegrasi nya, apalagi mengumumkan satu ini, akan serius membatasi Sukhoi untuk meninjau salinannya. Dengan demikian pesawat tempur dorong vectoring hanya menjadi prioritas yang lebih tinggi, terutama karena mesin tampak Lyulka juga dalam kondisi keuangan yang buruk. Pekerjaan dilanjutkan pada tahun 1993 setelah kontrak resmi di Rusia untuk pengembangan dua prototip, tetapi juga karena kepentingan India, pelanggan utama persenjataan Rusia, adalah prinsip ini.
Pesawat tempur baru ini diberikan penunjukan Su-37 di rumah nomenklatur. Secara eksternal, tampaknya ada versi yang sedikit lebih besar dari Flanker, tapi lengkap dengan lebih dari berbagai antena, sehingga mengkhianati evolusi teknologi. Memang itu dilengkapi dengan target radar ultramodern multi-Phazotron N011 bekerja di kedua udara-udara dan udara modus-ke-darat, a-jenis tinggi kepala-up menampilkan HUD generasi baru pasokan bantuan sistem radar penerbangan, ejection seat nol-nol, dan menjatuhkan diri terhadap sistem elektronik ukuran. Tapi rahasia dari Su-37 adalah dua perusahaan mesin turbojet Lyulka AL-37FU unit dorong 514kg 14 masing-masing, dengan nozel steerable dimensi. Semuanya dikendalikan oleh kontrol penerbangan listrik trendi. Persenjataan utamanya terdiri dari udara-ke-udara rudal, udara-darat dan bom dipandu laser diinstal pada dua belas poin payload eksternal; internal memiliki barel GSH-30 30mm.
Prototipe pertama dari Su-37 melakukan penerbangan pertamanya pada awal tahun 1996.
Jika Rusia tampaknya tidak hadir nya Su-37 bahwa sebagai mainan teknologi yang indah, Sukhoi pihaknya mencoba untuk menempatkan produk ini ke pelanggan potensial, termasuk India, yang telah terbukti sangat awal tertarik pada mesin. Jika tidak ada Su-37 dijual ke sub-benua, bagian dari teknologi diambil pada pejuang Su-30MKI qu'acheta Angkatan Udara India pada akhir abad kedua puluh.
Sukhoi Su-37 Terminator 'Super Flanker' - Photo # 2
Sebenarnya mengungkapkan kepada dunia pada tahun 1997 di Salon du Bourget Su-37 dengan cepat menyalakan imajinasi penggemar penerbangan, tetapi juga dan terutama militer. Terutama karena pesawat jauh lebih bermanuver daripada X-31 prototipe yang dikembangkan bersama oleh Amerika Serikat dan Jerman lima belas tahun yang lalu muncul.
Pada tahun 2008, Rusia masih telah mengumumkan niatnya untuk memesan serangkaian dua puluh salinan super tempur Sukhoi. Ini tersedia pada tahun 2013. Namun pandangan dari wilayah Rusia yang luas tetapi juga ukuran dari penerbangan militer di negeri ini, pesawat dua puluh ini tampaknya memiliki peran propaganda maka démonstration.Quoi Entah Sukhoi Su-37 tampaknya menjadi salah satu pesawat paling maju dalam pertarungan Rusia, selain tingkat dari Su-47 atau MiG- 29SMT .

Roket Prima dan Kartika Cikal Bakal ICBM Rasa Indonesia

Kartika I roket balistik dua tingkat sasaran darat-ke-darat yang dikembangkan Dislitbangau. Tingkat pertama mempunyai panjang 2,590 mm, diameter 240 mm, berat 121,2 kg dan kecepatan 3 mach. Tingkat kedua panjang 3,277 mm, diameter 156 mm, berat 66,5 kg serta kecepatan 5 mach. Bahan bakar propelan double base dengan jarak tembak 50 km pada ketinggian elevasi 80 derajat.

Militer Indonesia-Indonesia pernah mencapai kemajuan dalam hal teknologi roket. Bahkan era tahun 1960-an, Indonesia menjadi negara kedua di Asia dan Afrika yang berhasil meluncurkan roket buatan sendiri yang bernama Kartika 1.

Meski saat ini jika berbicara mengenai teknologi pengembangan rudal dan roket, Indonesia terkesan jauh tertinggal, namun Indonesia pernah menjadi negara yang sukses mengembangkan roket. Pengembangan teknologi roket di Indonesia mulai maju di awal tahun 1960-an dengan dibantu oleh Uni Soviet.

Hingga pada tanggal 14 Agustus 1964, Indonesia akhirnya berhasil meluncurkan roket buatannya sendiri yang bernama Kartika 1 dengan berat 220 Kg dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Peluncuran ini membuat Indonesia menjadi negara kedua di Asia dan Afrika yang mampu mengembangkan teknologi pembuatan rudal dan roket setelah Jepang.

Setelah itu juga perkembangan roket dan rudal semakin semarak di Indonesia, bahkan Indonesia kembali meluncurkan roket Kartika dua dengan berat 66,5 Kg dan berjarak tempuh 50 Km. Kemudian Indonesia juga membeli berbagai rudal Surfance to Air Missile (SAM) dari Uni Soviet.

Namun sayang, setelah orde lama jatuh, teknologi rudal dan roket kurang berkembang di era orde baru, dan membuat Indonesia semakin jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain bukan hanya di Asia namun di dunia.

Baru kemudian pada tahun 1987, Indonesia melalui LAPAN kembali membuat roket yang diberi nama RX-250 LPN. Roket ini merupakan roket berbahan bakar cair dan padat dengan berat 300 kg memiliki panjang 5,30 meter berdaya jangkau 70 km.
China dan Indonesia kerja sama Teknologi Rudal C-705

Kita menawarkan adanya joint production peralatan senjata. Misalnya, kita tawarkan membuat rudal bersama," ujar Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro setelah bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Militer Tiongkok Jenderal Guo Boxiong di Jakarta.

Kedatangan orang nomor dua di jajaran militer Tiongkok itu disambut dengan penghormatan militer. Jenderal Guo didampingi Duta Besar Tiongkok Zhang Qi Yue dan sejumlah perwira tinggi militer Tiongkok. "Mereka memiliki teknologi militeryang luar biasa. Kita berharap bisa belajar dan berbagi pengalaman," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Guo mengatakan, negaranya berencana membuat rudal C-705 untuk pertahanan udara dan laut. Peluru kendali tersebut merupakan pengembangan dari rudal C-802 yang telah digunakan kapal-kapal perang milik TNI Angkatan Laut. "Akan sangat bagus jika rudal tersebut bisa dibuat bersama oleh teknisi Indonesia.

India Tawarkan Kerjasama Pembuatan Rudal

Pemerintah India menawarkan kerjasama pembuatan rudal ke Indonesia. Tawaran itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Nirmal Kumar Verma saat melakukan kunjungan resmi ke Kemenhan,India ingin menawarkan kerjasama. Nah, sejauh mana kemampuan kita karena yang berkali-kali ditawarkan ke kita rudal Brahmos. Itu sudah dibuat dan ditawarkan ke kita. Kita sudah beli yang asli. Rudal Yakhont. Mudah-mudahan kedepan kita bisa kerjasama,” kata Kapuskom Publik Brigjen I Wayan Midhio.

Kerjasama itu, dinilai dia bisa menguntungkan program seribu roket yang sedang digagas oleh Indonesia. Dikombinasikan dengan kemampuan pembuatan rudal India, ia menyatakan roket Indonesia berpeluang menjadi rudal.

“Indonesia sudah mampu membuat roket. Tahun 2011-2014 kita buat seribu roket. Kalau kita buat pengaturnya, nanti kita buat rudal. Nah, kita jajaki apa yang ditawarkan mereka,” jelasnya.

Industri pertahanan India, menurut dia, sudah lebih maju dibandingkan Indonesia. India bahkan sudah mampu memproduksi kapal selam, rudal, korvet dan kapal induk. Fokus industri pertahanan India saat ini adalah membangun air defence carrier, yakni teknologi pesawat anti serangan udara.“Kita sendiri saat ini spare part radar dan parasut kita membeli dari mereka,” tukasnya.

kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini sangat beralasan karena Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

BATAN (BADAN TENAGA NUKLIR INDONESIA)

Kegiatan pengembangan dan pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia diawali dari pembentukan Panitita Negara untuk Penyelidikan Radioaktivet tahun 1954. Panitia Negara Tujuan tersebut mempunyai tugas melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di Lautan Pasifik.

Dengan memperhatikan perkembangan pendayagunaan dan pemanfaatan tenaga atom bagi kesejahteraan masyarakat, maka melalui Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 1958, pada tanggal 5 Desember 1958 dibentuklah Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA), yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN)berdasarkan UU NO. 31 Tahun 1964 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Tenaga Atom. Selanjutnya setiap tanggal 5 Desember yang merupakan tanggal bersejarah bagi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia telah ditetapkan sebagai hari jadi BATAN.

Pada perkembangan berikutnya, untuk lebih meningkatkan penguasaan di bidang iptek nuklir, maka dibangun beberapa fasilitas penelitian, pengembangan, dan rekayasa (litbangyasa) yang tersebar di berbagai kawasan, antara lain Kawasan Nuklir Bandung (1965), Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta (1966), Kawasan Nuklir Yogyakarta (1967), dan Kawasan Nuklir Serpong (1987). Sementara itu dengan perubahah paradigma pada tahun 1997 ditetapkan UU no. 10 tentang Ketenaganukliran yang diantaranya mengatur pemisahan unsur pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nukir (BATAN) dengan unsur pengawas tenaga nuklir.

Sail Morotai di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, 15 September 2012.

Kepala Lapan Bambang Tedjasukmana mengatakan RX-550 akan diterbangkan dari Morotai dan Untuk peluncuran tersebut, ujar Bambang, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemda Morotai, Maluku Utara.

kalo dari selentingan yg ada memang RX 550 kan dilluncurkan pada saat pembukaan sail morotai. dan saat ini persiapannya sdh hampir 80%

kita lihat bersama sama saja perkembangannya dan mudah mudahan berjalan baik tanpa hambatan

pernahkah anda semua mendengar roket PRIMA 1,2 , 3 DAN 4 (ROKET WIDYA) juga bom OPALM yg sdh dibuat INDONESIA saat itu.

pernahkah anda mendengar pabrik roket di desa menang madiun?

Cita-cita kemandirian di bidang pembuatan roket senjata sejatinya sudah dibangun jauh sebelum PT DI diresmikan berdiri tahun 1976. Cita-cita ini pertama di lontarkan oleh Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Surjadi Suryadarma. AURI ingin memproduksi sendiri karena pada masa itu banyak memerlukan roket-roket seperti ini untuk berbagai operasi militer dan penumpasan pemberontakan.

Suryadarma bahkan telah memilih desa daerah terpencil di Madiun, Jawa Timur, bernama Menang. Dipilihnya tempat tersebut untuk proyek tersebut bebas dari incaran pihak-pihak yang ingin menggagalkannya. Proyek yang akhirnya di resmikan KSAU Omar Dhani dengan nama sandi 'Proyek Menang' dengan dasar keputusan Menteri/ KSAU no.47/1963.

Saat itu sebagai pelaksana yang ditunjuk langsung oleh KSAU Omar Dhani, Deputi Logistik Budiardjo terpaksa mengalihkannya ke lain tempat karena keterbatasan fasilitas di Desa Menang. Produk yang dikerjakan adalah roket Lesca, yang lisensinya berasal dari salah satu negara di Eropa. Proyek ini menghasilkan roket-roket yang kemudian menjadi senjata andalan pesawat P-51D Mustang AURI.

"Mengingat saat itu kekuatan AURI banyak dikerahkan untuk merendam konflik di berbagai tempat, demi keamanannya, proyek inipun di kategorikan Top Secret. Hanya beberapa orang yang tahu," kenang Mantan Marsda (Pur) RJ Salatun, salah seorang tokoh AURI sejawat Suryadarma, kepada Angkasa. "Maksud kita sekaligus untuk mempelajari know-how nya. Kenyataannya, membuat roket seperti ini lebih rumit dari yang dibayangkan." sambung Salatun sambil tersenyum.

Dalam perjalanannya Proyek Menang berhasil menghasilkan sejumlah roket. diantaranya Sura FL, PRM-62 mm, PRM-70 mm dan roket darat ke darat R-80. Tekad yang kuat telah menuntun mereka menembus semua kesulitan dalam menguasai know-how tentang roket.

Sekedar catatan, kebetulan pada masa-masa itu di Yogyakarta dan Bandung sendiri sedang diliputi demam pembuatan roket ilmiah oleh kelompok mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Roket-roket rancangan mahasiswa ini dipantau penuh oleh AURI, ADRI dan Pindad, terlebih setelah Presiden Soekarno menyatakan ketertarikannya terhadap rangkaian penelitian ilmiah ini.

Para Mahasiswa tidak saja mampu membuat badan roket, juga meracik sendiri propelan yang komposisinya tak pernah dibeberkan oleh satu negarapun. Khusus dikalangan mahasiswa UGM, mereka mendapat bimbingan dari Prof Petrov, ilmuwan Universitas California of Los Angeles mantan Direktur Teknik Cessna, AS, yang pada tahun 1962 pernah datang ke Yogyakarta memberikan kuliah di Jurusan Mesin Fakultas Teknik UGM.

Belakangan, pada tahun1975, Proyek Menang dipecah dua menjadi Proyek Menang I yang kemudian berubah namanya menjadi Pabrik roket Menang I, dan Proyek Menang II yang selanjutnya bernama Perum Dahana, pabrik bahan peledak. Enam tahun berselang perubahan kembali terjadi didalam tubuh Menang. Kala itu KSAU menyerahkan Pabrik Roket Menang I kepada PT Nurtanio dan disahkan menjadi Divisi ke 5, yakni Divisi Sistem Senjata, PT Nurtanio.

Di tangan PT Nurtanio yang kemudian berubah nama menjadi PT Dirgantara Indonesia inilah, pada tahun 1981 mereka kemudian memperoleh lisensi pembuatan roket FFAR 2,75 inci. Tiga tahun kemudian kembali mendapat kepercayaan membuat SUT Torpedo, dengan lisensi dari Jerman.

Semasa pemerintahan Orde Baru, pembuatan roket 122 mm diam-diam telah dijadikan sasaran fase II dalam pengembangan Divisi Sistem Senjata yang pada waktu itu bernama SBU Defence. Roket ini diharapkan segera dibuat setelah mereka menuntaskan fase I, yakni penguasaan teknologi FFAR 2,75 inci. Kala itu pemerintah memandang penting persenjataan taktis ini mengingat selat-selat itu kerap di terobos kapal-kapal asing.

Setelah menguasai fase II, Divisi ini beralih ke fase III, yakni membangun roket kendali berdaya jangkau 300 km. Semua fase ini telah dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Pada masa itu Pemerintah RI telah menempatkan industri senjata dalam kerangka grand strategy petahanan nasional yang cukup baik, lengkap dengan perangkat kebijakannya. Sebagaimana diketahui, industri-industri seperti ini dikelola oleh Badan Pengelola Industri Strategis. Sayang, Fase I tak pernah tuntas di kerjakan. DI, atau yang dahulu dikenal sebagai IPTN, keburu ambruk akibat krisis moneter.

DISLITBANGAD juga ngembangin roket yg diberi nama KARTIKA jilid 2

roket D230 yg dipakai dasar R Han itu ternyata ada 2 yaitu : RX 1210 dan RX 1213
juga ada RX 1215...yg mana roket ini sdh sukses di pake utk membuat hujan buatan
ya memang krn pada tahun 1965 diresmikan pengoperasian reaktor atom pertama (Triga Mark II) di Bandung.
Ambisi pembangunan reaktor nuklir di Indonesia sudah ada sejak 1950-an, pada saat kondisi politik dan keamanan di tanah air belum stabil. Di masa rezim Soekarno, pada 1957, Indonesia menjadi anggota Badan Energi Atom Internasional IAEA.

Indonesia lalu sudah membentuk Dewan Tenaga Atom (DTA) dan Lembaga Tenaga Atom (LTA) pada 1958, yang dua lembaga itu kemudian berubah nama menjadi Badan Tenaga Atom Nasional. Dan Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki dan mengembangkan tenaga nuklir.

LAPAN mengembangan RX 420 menjadi RKN 42O ( gabungan RX 420 dgn tekhnologi C 802)
kabarnya saat uji coba rahasia jarak jangkaunya sdh 300km dan ledakannya luar biasa.

Tak salah pada akhirnya tercipta ICBM made in Indonesia, berhulu ledak nuklir dan jangkauan antar benua, teknologi gabungan China (DF21), Rusia (Bulava) dan tentu saja olah pikir anak bangsa. Yuk Keep Smile. 


Kamis, 17 April 2014

Serat Kalatidha dan Kekinian

Militer Indonesia-Salah satu karya besar dari Raden Mas Ngabehi Ronggowarsito, Serat Kalatidha bisa menggambarkan keadaan saat ini, semoga kita diberikan 'eling' dan 'waspada' untuk memilih pemimpin yang amanah untuk negeri ini. 

Mangkya darajating praja
Kawuryan wus sunyaturi
Rurah pangrehing ukara
Karana tanpa palupi
Atilar silastuti
Sujana sarjana kelu
Kalulun kala tida
Tidhem tandhaning dumadi
Ardayengrat dene karoban rubeda


Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot.
Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat diikuti lagi.
Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama.
Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh keragu-raguan).
Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.


Ratune ratu utama
Patihe patih linuwih
Pra nayaka tyas raharja
Panekare becik-becik
Paranedene tan dadi
Paliyasing Kala Bendu
Mandar mangkin andadra
Rubeda angrebedi
Beda-beda ardaning wong saknegara


Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik,
Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka masyarakat baik,
namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan.
Oleh karena daya jaman Kala Bendu.
Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi.
Lain orang lain pikiran dan maksudnya.


Katetangi tangisira
Sira sang paramengkawi
Kawileting tyas duhkita
Katamen ing ren wirangi
Dening upaya sandi
Sumaruna angrawung
Mangimur manuhara
Met pamrih melik pakolih
Temah suka ing karsa tanpa wiweka


Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan,
mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang.
Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur
sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada.


Dasar karoban pawarta
Bebaratun ujar lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yan pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka


Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu.
Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar,
bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali.
Sebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ?
Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja.
Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah kerepotan.


Ujaring panitisastra
Awewarah asung peling
Ing jaman keneng musibat
Wong ambeg jatmika kontit
Mengkono yen niteni
Pedah apa amituhu
Pawarta lolawara
Mundhuk angreranta ati
Angurbaya angiket cariteng kuna


Menurut buku Panitisastra (ahli sastra), sebenarnya sudah ada peringatan.
Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi tidak terpakai.
Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya kisah jaman dahulu kala.


Keni kinarta darsana
Panglimbang ala lan becik
Sayekti akeh kewala
Lelakon kang dadi tamsil
Masalahing ngaurip
Wahaninira tinemu
Temahan anarima
Mupus pepesthening takdir
Puluh-Puluh anglakoni kaelokan


Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala,
guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul.
Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama,
mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya “nrima”
dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan.
Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.


Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Milu edan nora tahan
Yen tan milu anglakoni
Boya kaduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah karsa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada


Hidup didalam jaman edan, memang repot.
Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya jaman
tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan.
Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa ingat dan waspada.


Semono iku bebasan
Padu-padune kepengin
Enggih mekoten man Doblang
Bener ingkang angarani
Nanging sajroning batin
Sejatine nyamut-nyamut
Wis tuwa arep apa
Muhung mahas ing asepi

Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma


Segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan ?
Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian.
Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua,
apa pula yang dicari. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari Tuhan.


Beda lan kang wus santosa
Kinarilah ing Hyang Widhi
Satiba malanganeya
Tan susah ngupaya kasil
Saking mangunah prapti
Pangeran paring pitulung
Marga samaning titah
Rupa sabarang pakolih
Parandene maksih taberi ikhtiyar


Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rakhmat Tuhan.
Bagaimanapun nasibnya selalu baik.
Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah.
Namun demikian masih juga berikhtiar.


Sakadare linakonan
Mung tumindak mara ati
Angger tan dadi prakara
Karana riwayat muni
Ikhtiyar iku yekti
Pamilihing reh rahayu
Sinambi budidaya
Kanthi awas lawan eling
Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma


Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan persoalan.
Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib ikhtiar,
hanya harus memilih jalan yang baik.
Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan
waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.


Ya Allah ya Rasulullah
Kang sipat murah lan asih
Mugi-mugi aparinga
Pitulung ingkang martani
Ing alam awal akhir
Dumununging gesang ulun
Mangkya sampun awredha
Ing wekasan kadi pundi
Mula mugi wontena pitulung Tuwan


Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih,
mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang akhir ini.
Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana.
Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.


Sageda sabar santosa
Mati sajroning ngaurip
Kalis ing reh aruraha
Murka angkara sumingkir
Tarlen meleng malat sih
Sanityaseng tyas mematuh
Badharing sapudhendha
Antuk mayar sawetawis
BoRONG angGA saWARga meSI marTAya


Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa,
seolah-olah dapat mati didalam hidup.
Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan.
Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan sekedarnya.
Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.

Rabu, 16 April 2014

Potensi Ekspor Senjata Jepang Ke Indonesia

Jepang pada Selasa mencabut larangan diri dikenakan pada ekspor senjata, memperkenalkan aturan baru yang mencakup perdagangan senjata dalam sebuah langkah pendukung mengatakan akan meningkatkan peran global Tokyo, kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.
Jepang pada Selasa mencabut larangan diri dikenakan pada ekspor senjata, memperkenalkan aturan baru yang mencakup perdagangan senjata dalam sebuah langkah pendukung mengatakan akan meningkatkan peran global Tokyo, kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga. (Yoshikazu Tsuno / AFP)
  • pada ekspor senjata, memperkenalkan aturan baru yang mencakup perdagangan senjata dalam sebuah langkah pendukung mengatakan akan meningkatkan peran global di Tokyo, tapi yang terkesima China.
Militer Indonesia-Kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe menyetujui rencana baru yang menggantikan larangan 1967, Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga kepada wartawan.
Dengan kebijakan tersebut, penjualan senjata ke negara-negara yang dilarang konflik melanda negara atau yang dapat merusak perdamaian dan keamanan internasional, penjualan harus memberikan kontribusi bagi perdamaian internasional dan meningkatkan keamanan resmi pasifis Jepang.
"Berdasarkan prinsip-prinsip baru, kami telah membuat prosedur untuk transfer peralatan pertahanan yang lebih transparan. Itu akan memberikan kontribusi untuk perdamaian dan kerjasama internasional dari sudut pandang pasifisme proaktif," kata Suga.
"Dan kita akan berpartisipasi dalam pengembangan bersama dan produksi peralatan pertahanan," katanya.
Pasca-Perang Dunia II konstitusi Jepang, yang diberlakukan oleh penjajah pimpinan AS, melarang negara dari berperang.
Pasifisme yang dipeluk oleh penduduk pada umumnya dan dua dekade kemudian larangan ekspor senjata diperkenalkan.
Pendukung berharap relaksasi dalam kebijakan akan meningkatkan produsen senjata rumah-tumbuh pada saat mendidih ketegangan regional termasuk sengketa wilayah dengan China dan kekhawatiran atas sebuah Korea Utara tak terduga.
Aturan baru dapat memungkinkan Tokyo untuk memasok persenjataan ke negara-negara yang duduk di sepanjang jalur laut penting untuk membantu mereka melawan pembajakan - pertimbangan strategis yang penting bagi miskin sumber daya Jepang.
Senjata Jepang berpotensi dapat dikirim ke Indonesia serta negara-negara di sekitar Laut China Selatan - di mana bahan bakar fosil lulus - seperti Filipina, yang memiliki sengketa wilayah dengan Beijing.
Jepang sudah memasok peralatan untuk penjaga pantai Filipina, sebuah organisasi yang semakin di garis depan dalam baris dengan Beijing.
Setiap langkah untuk meningkatkan dukungan dengan pasokan senjata yang lebih langsung bisa mengganggu China, yang secara teratur menuduh Abe mencoba re-militerisasi negaranya.
Pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan Beijing membayar perhatian dekat dengan relaksasi larangan senjata Tokyo.
"Perubahan kebijakan Jepang di wilayah militer dan keamanan menyangkut lingkungan keamanan dan stabilitas strategis dari seluruh wilayah," katanya pada konferensi pers rutin di Beijing.
"Karena alasan historis, kebijakan keamanan Jepang selalu diikuti oleh negara-negara regional dan masyarakat internasional."
China dan Jepang yang berselisih atas kepemilikan serangkaian pulau di Laut China Timur, sementara Beijing juga dalam sengketa dengan beberapa negara atas wilayah di Laut China Selatan, yang diklaim hampir secara keseluruhan.
The Tokyo-Beijing hubungan diplomatik telah lama dirusak oleh kejar-kejaran ekspansionis Jepang di seluruh Asia pada paruh pertama abad ke-20

Rabu, 09 April 2014

Tawaran ToT F-22 Raptor dan F-35 Lightning II (Opini)

    
 Militer Indonesia-Indonesia saat ini benar-benar kebanjiran peminat penjual alutsista dari berbagai negara, baik dari blok barat maupun blok timur. Berbagai tawaran pembelian alutsista dengan iming-iming harga khusus dan transfer of technology (ToT). Ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang menjaga kenetralannya dalam menghadapi setiap konflik di dunia dengan tetap ikut andil didalamnya sebagai negara sahabat. Di samping pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat baik dengan kecenderungan tren naik setiap tahunnya, posisi Indonesia yang netral dari konflik Laut Cina Selatan (LCS) menjadi rebutan pengaruh dari Cina dan Amerika Serikat.
     
Amerika Serikat berupaya mengimbangi pengaruh Cina terhadap Indonesia dengan mengiming-imingi pesawat silumannya yakni F-22 Raptor dan F-35, dimana dijanjikan F-35 akan dikirim lebih dulu dari pesanan Australia maupun Singapura. Terlebih pesawat andalannya yang tidak dijual ke negara lainnya juga ditawarkan, yakni F-22 Raptor, apalagi disertai dengan janji tot. Ini sangat membantu  Indonesia yang sedang mengalami kebuntuan pada teknologi stealth dan avionicnya dalam proyek pesawat tempur nasional kerjasama dengan Korea Selatan untuk merancang KFX/IFX. 
   Berkas:F-22 Raptor broń.png
  Kerjasama dengan USA ini diawali dengan hibah pesawat F-16 Block 52 sebanyak 2 skadron yang akan dikirim pada akhir tahun 2014 dan  helikopter serang Apace Guardian yang lebih dulu masuk ke tanah air di awal tahun 2014. Tentu saja ini merupakan hubungan termanis sejak awal berdirinya Republik ini, yang mengalami pasang surut hubungan sejak jaman Bung Karno, Pak Harto hingga Pak SBY. 
    Berkas:F35ctolstores.jpg
 Tawaran ini patut dicermati karena beresiko di embargo lagi jika berseberangan dengan kebijakan USA, layaknya terjadi setelah jajak pendapat di Timor Leste dengan alasan pelanggaran HAM berat. Serta adanya penambangan-penambangan mereka baik Freeport dan Exxon Mobile, perlu diawasi terlebih ijin mereka telah diperpanjang hingga 2041 dengan bagi hasil 51% untuk pemerintah dan kewajiban membuat smelter didalam negeri. 
  Diharapkan penambahan armada tempur berat ini menambah daya gentar kawasan yang sejak dua tahun belakangan ini semakin panas suhunya, dan Indonesia yang memegang kuncinya. Salam. (IMHO)