Jumat, 28 Maret 2014

Ketika Hari Itu Datang


Militer Indonesia-Dengung Perang Dunia Ketiga sudah mulai ramai berkumandang dimana-mana, berbagai macam prediksi dan analisis terus disampaikan. Dari Perang Cyber hingga Perang Nuklir diperkirakan segera terjadi antara 2015-2020 sebagai masa transisi. Berbagai konflik antar negara telah mewarnai tahun-tahun sebelumnya dan terus saja terulang kembali dengan banyak alasan yang kadang-kadang tidak masuk akal. Rekayasa dari intrik-intrik ini memang dari Barat, mengkondisikan negara lain sebagai musuh dan berusaha untuk melemahkan termasuk dengan cara mengadu domba antar negara dan antar warga negara, sehingga mereka akan masuk dengan mudahnya.
13289988231613451125
Indonesia memang sudah mengantisipasi berbagai macam skenario dari Barat termasuk skenario Balkanisasi di Tanah Papua, sehingga tidak salah kekuatan militer disana merupakan salah satu kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara. Dimulai dari kejadian di bulan Desember 2004 itulah Pemerintah SBY seolah terbangun dari mimpi yang panjang, ujicoba Nuklir Amerika yang kemudian menyebabkan Tsunami Aceh yang menewaskan ratusan ribu nyawa di Pulau Sumatra dan negara-negara disekitarnya menjadi tonggak kebangkitan kejayaan Indonesia. Tidak salah rakyat Indonesia memilih SBY sebagai Presiden RI dua kali berturut-turut karena beliaulah yang membuka gerbang kejayaan Nusantara ini kembali menjadi Macan Asia. Dan bahkan bila dibandingkan, belum ada Presiden RI yang mampu menyamai prestasi beliau yang bahkan Soekarnopun tidak mampu. Kalaupun Undang-Undang dapat dirubah, SBY tentulah masih pantas memimpin negeri ini, yang masih membutuhkan tenaga dan pikirannya dimana beliau memang salah satu gurunya ahli strategi.
QUIET DIPLOMAT: Indonesia’s new international stature was on show at the APEC forum this year. Photo: AP
Perkuatan alutsista Indonesia yang telah ditutup rapat-rapat dari media, perlahan namun pasti mulai dibuka meskipun sebatas alutsista kelas dua menurut ukuran TNI. Dari semua matra TNI mendapat porsi yang sesuai, ibarat apotik, Indonesia tersedia semua merk obat dari generik hingga obat dosis tinggi. Apapun penyakitnya, tersedia obatnya, Siapapun musuhnya, Indonesia sanggup menangkalnya. Negara manapun di dunia saat ini adalah sahabat Indonesia, "A thousand friends and zero enemies" yang merupakan prinsip dasar hubungan luar negeri yang didasarkan pada posisi non blok. Namun bisa saja berubah menjadi "All enemies without friends" sehingga memerlukan penangkalnya bila diserang oleh banyak negara, dan jawabannya adalah perkuatan kemandirian alutsista dan ekonomi.
Apa yang dikawatirkan oleh negara barat bukanlah alutsista yang dibeli oleh pemerintah Indonesia, tetapi apa yang dapat dibuat dan diproduksi oleh negara ini , dalam hal ini adalah produksi alutsista. Teknologi Nuklir baik yang berupa reaktor maupun rudal ICBM telah dan terus dikembangkan, Satelit Militer sudah dan terus ditambah, Cyber Army telah dan terus berkembang, pesawat tempur generasi 4+++ dan generasi 5  telah dan terus dikembangkan, Kapal Siluman, Kapal selam, Kapal Induk, MBT, Radar dan masih banyak alutsista buatan Indonesia yang lain telah dan terus dikembangkan. Sedikit demi sedikit telah dibuka seiring penguatan nasionalisme rakyat dalam menjaga integrasi demi kejayaan dan kemakmuran rakyatnya.

Dan ketika hari itu datang, jangan heran bila melihat Australia seperti Indonesia, bendera Merah Putih berkibar dari Darwin hingga Canberra. Jangan heran melihat Singapura dan Malaysia memperingati Proklamasi Kemerdekaan kita di setiap tanggal 17 saat upacara bendera. Jangan takjub bila melihat anak-anak Palestina menyambut kita layaknya saudara jauh yang datang berkunjung. Bahkan didaratan Amerika nun jauh disana layaknya suasana Indonesia dan Merah Putih berkibar dimana-mana. Hari itu dimana kebajikan mengalahkan kejahatan, hari dimana kejujuran mengalahkan kebohongan, dan kemenangan itu memang datang dan pasti.
 IMHO.

Selasa, 25 Maret 2014

Club K Container Missile System Layak Diakuisisi

Berkas:Club-K MAKS-2011 02.jpg
Militer Indonesia-Kerjasama Indonesia-Rusia dibidang pertahanan khususnya dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) telah berjalan cukup lama. Naik turun hubungan ini dimulai sejak jaman Presiden Soekarno, Soeharto hingga Presiden SBY saat ini. Dari pengadaan untuk TNI AU, TNI AL dan TNI AD telah dan terus berjalan, dimana selalu menyertakan Transfer of Technology (ToT) sebagai syarat pengadaan alutsista berbagai matra TNI dari produk luar. Ini jelas menguntungkan bagi Indonesia, untuk memajukan industri di dalam negeri terutama bagi pengembangan alutsista lokal. 
Salah satunya adalah kerjasama pengadaan Rudal Club K dari Rusia yang di bungkus dengan kerjasama rel kereta api di Kalimantan. Diharapkan nanti, Pulau kalimantan dapat dilalui kereta api yang dilihat dari teknisnya tidak akan kesulitan untuk ditempatkan Club K ini yang akan terpasang di kereta api. Jelas jalur transportasi ini sangat strategis karena mampu dengan cepat diluncurkan ke perbatasan Malaysia jika sewaktu-waktu terjadi konflik seperti terjadi tahun 2005 silam.
Club K tidak hanya diluncurkan dari kereta api, namun juga dipasangkan di kendaraan darat biasa layaknya truk kontainer biasa, dan jelas musuh tidak akan pernah tahu dan bisa membedakan mana yang asli kontainer mana yang Club K. Demikian juga ketika diangkut oleh kapal-kapal laut, yang seolah-olah kapal pengangkut namun dengan cepat berubah menjadi kapal perang yang mematikan.

Sistem rudal Rusia wadah baru, yang dikenal sebagai Club-K, merupakan penyebab saat ini menjadi perhatian para ahli militer karena sulit dideteksi. Menurut Reubon Johnson para ahli dari Departemen Pertahanan AS takut senjata dapat mengubah keseimbangan militer di dunia.
Perangkat ini, dengan empat rudal balistik darat ke laut dan laut ke laut, tidak dibedakan dari wadah-meter panjang 12, seperti yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang melalui laut atau kereta api, tambah sumber itu. Kamuflase yang membuat sangat sulit untuk mengidentifikasi angkutan rudal disimpan di dalam wadah, seperti yang dilansir Russia Today.
Untuk bagiannya, website Politikus mengungkapkan bahwa kontainer bergerak dapat ditempatkan di kapal, truk, kereta api dan platform. Kamuflase mereka sangat baik akan memaksa sistem rudal musuh 'untuk mengintensifkan dan mengubah pekerjaan intelijen mereka sebelum merencanakan serangan'.Rudal Club-K dapat dipindahkan diam-diam ke zona operasi mungkin dan melaksanakan artileri reaktif menembak menghancurkan dengan jangkauan hingga 300 kilometer, tambah sumber itu.
Namun ditengah upaya peningkatan kemampuan pertahanan di negeri ini, patut disayangkan adanya upaya pelemahan dan penjegalan atas program pengadaan alutsista ini dari negara-negara besar dan antek-anteknya yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara besar. Dan yang paling berbahaya adalah antek-antek asing berkewarganegaraan Indonesia yang rela menjual diri demi dollar, semoga kita bukan termasuk diantaranya.


Rabu, 19 Maret 2014

J-20 Chengdu dan Shenyang J-31 sebagai Alternatif Pengganti F-5 TNI AU (Opini)


Militer Indonesia-Kunjungan Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko ke Cina selama 5 hari sejak 24 Pebruari 2014 melakukan kunjungan kehormatan kepada mitranya Panglima Angkatan Bersenjata China (PLA) Jenderal Fang Fenghui, Menteri Pertahanan China Jenderal Chang Wangquan dan Wakil Ketua Komisi Pusat Militer China Jenderal Fang Changlong.


Selain itu, Panglima TNI juga dijadwalkan meninjau instalasi angkatan udara di Chengdu dan Shenyang serta pangkalan angkatan laut China di Tianjin, kata Samuel Kowaas Atase Pertahanan RI di Beijing. Di instalasi angkatan udara, Panglima TNI melihat pesawat generasi kelima buatan dalam negeri yakni J-20 dan J-31 sekaligus memamerkan keunggulannya. Bukan tidak mungkin bila TNI AU akan mengakuisisi pesawat tersebut dengan dibarengi TOT disamping harga yang sangat kompetitif.


Pesawat Chengdu J-20 dikembangkan oleh Chengdu Aerospace Corporation sudah menjalani serangkaian ujicoba termasuk penerbangan perdananya 11 Januari 2011 dan diharapkan akan operasional pada tahun 2017-2019. Analis barat meyakini bahwa desain moncong pesawat, kanopi, kemudian sistem Weapon Bay  merupakan tiruan dari F-22 Raptor. Meskipun secara keseluruhan tampilan lebih mirip dengan Eurofighter Thypoon  namun teknologinya mengadopsi F-22 Raptor.


Pesawat Shenyang J-31 yang dikembangkan oleh Shenyang Aircraft Corporation merupakan pesawat tempur generasi kelima yang telah mengalami uji terbang perdana pada 31 Oktober 2012 dan merupakan duplikat dari desain F-35 . Analis barat percaya bahwa baik desain maupun teknologinya tidak jauh berbeda, hanyalah faktor mesin pendorongnya yang berjumlah dua buah sebagai pembedanya.


Ditengah memanasnya suhu LCS, tampaknya Cina dan Indonesia sedang bermain mata, jadi wajar saja banyak kerjasama militer dua negara yang tak terekspos media demi menjaga suhu tetap dingin. so, mari berandai-andai.

Selasa, 11 Maret 2014

Uji Coba Slava Class TNI AL

File:Slava-Cruiser-DN-SC-86-03642.JPEG
Militer Indonesia-Indonesia telah mengakuisisi 3 Kapal jenis Penjelajah Slava Class, yakni Ukrayina, Oktyabrskaya Revolutsiya (Rossiya) dan Admiral Gorshkov bekas Angkatan Laut Uni Sovyet, dimana salah satunya sedang diuji coba tempur dalam konflik Suriah dan Ukraina sekarang ini. Slava Class / Project 1164 Cruiser adalah kapal perang permukaan konvensional dengan berat 11.280 ton dirancang untuk peran anti kapal Induk (Carrier) yang memiliki 16 baterai Rudal surface to surface SS-N-12 Sandbox
yang penempatanya 8 baterai dimasing-masing sisi. Masih ditambah 8 Rudal anti pesawat jenis SA-N-6 Silo (delapan rudal per silo).Terdapat dalam tabung peluncuran vertikal, rudal ini dimaksudkan untuk memberikan kelompok tempur Soviet dengan pertahanan terhadap carrier atau pesawat udara darat menembakkan amunisi kontemporer stand-off seperti rudal anti-kapal. Ada juga kembar SA-N-4 silo terletak di kedua sisi pintu gantungan.
Soviet Slava Kelas pelabuhan kapal penjelajah berpeluru kendali lihat busur
Senjata anti-kapal selam terdiri tabung torpedo 533 mm tetap dipasang di belakang jendela di kedua sisi lambung dekat hanggar dan dua belas laras peluncur RBU-6000 hanya maju dari jembatan. Dek penerbangan dibesarkan di buritan memungkinkan pengoperasian helikopter Ka-27. Persenjataan meliputi enam CIWS 30mm Gatlings, dua ke depan jembatan dan dua di kedua sisi suprastruktur hanya maju dari saluran. Meriam utama terdiri dari 130mm twin terletak di setelah akhir forecastle tersebut.
Guided Missile Cruiser "Slava"
Penempatannya sementara masih di Surabaya, namun ketiga Kogabwilhan sudah terbentuk akan disebar terutama untuk melindungi Coke point di selat sunda, lombok dan papua. Diharapkan bulan Maret 2014 ini su
dah diberangkatkan menuju Ujung Surabaya untuk proses pengecatan dan serah terima. Semoga TNI AL makin berjaya dilaut.

Rabu, 05 Maret 2014

Dibalik Kerjasama Produksi Truk Kamaz


Perusahaan Rusia, Closed Joint Stock Company Kamaz membidik Indonesia sebagai pangsa pasar yang menggiurkan. Setelah pesawat terbang Sukhoi, kini giliran truk buatan Kamaz masuk ke Indonesia.
Dalam pertemuan bisnis secara informal di Jakarta, Kamis malam  6 Desember 2012, sekitar 60 pengusaha Rusia bertemu dengan puluhan pengusaha Indonesia. Pertemuan yang diprakarsai Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari itu mampu menjembatani perusahaan Indonesia dan Rusia untuk menjalin kerja sama.
Kamaz  6350
Militer Indonesia-Di hadapan Djauhari dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin, dua perusahaan yakni PT Tehnika Ina dan Perusahaan Rusia, Closed Joint Stock Company Kamaz menandatangi kesepakatan kerja sama.
Dubes Djauhari mengatakan kerja sama antara dua perusahaan asal Indonesia dan Rusia itu merupakan sinyalemen yang baik.
 “Kerja sama dibangun untuk membidik pasar Indonesia dan Asia Tenggara, Semoga ada kerja sama lainya di masa mendatang, ” ujar Djauhari

Kamaz adalah perusahaan Rusia dalam bidang manufaktur truk. Perusahaan tersebut telah berdiri sejak 1969. Kamaz menguasai pangsa pasar di negaranya dan telah memproduksi lebih dari 2 juta truk yang tersebar di seluruh dunia.
Selain truk, Kamaz juga memproduksi bus, kendaraan khusus dengan chasis, tank, fuel tank dan banyak lainnya.
Kamaz 6350
Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady mengundang lebih banyak pengusaha Rusia untuk berinvestasi dalam industri bisnis logam dan pertambangan di Indonesia. 
Baru-baru ini PT Tehnika Ina akan bekerja sama dengan PT Pindad untuk merakit truk di Bandung , Indonesia .
Panca mengatakan target penjualan total untuk truk Kamaz pada tahun 2014 ditetapkan sebesar 500 unit .
" Kami bekerja sama dengan PT Pindad untuk merakit truk di Indonesia . Kami percaya bahwa Kamaz memiliki konsumen tersendiri karena kemampuannya dalam berbagai aplikasi , " kata Panca .
Buk-M2E-TELAR ( Miroslav Gyurosi)
PT Tehnika Ina akan mendistribusikan truk Kamaz di Indonesia , Timor Leste , Papua Nugini dan Brunei Darussalam .
Perusahaan juga akan menyediakan suku cadang truk yang potensial yang akan dibuat di Indonesia setelah Kamaz memberikan lisensi .
The Kamaz dan PT Tehnika Ina telah menyepakati kerjasama setelah mengikuti Antarpemerintah Rusia - Indonesia Komisi Bersama Perdagangan , Kerjasama Ekonomi dan Teknik di Jakarta. 
Mengingat kerjasama yang telah terjalin sejak 2012 lalu dapat dipastikan alutsista hasil kerjasama dengan Kamaz sudah mengisi arsenal TNI, diantaranya Pantsir S1, Buk M2E, dan Topol M dari target 10.000 unit sampai dengan MEF 3 berakhir. Semoga di bulan Oktober 2014 nanti ada yang diikutkan parade militer di hari Jadi TNI.