Senin, 09 November 2015

Kisah Pidato Bung Tomo

Apa Peran Bung Tomo di Perang Surabaya 10 November 1945?


 Bung Tomo berpidato di depan rakyat Jawa Timur, 1950an. [Dok. Keluarga] ☆

N
amanya Sutomo, orang menyebutnya Bung Tomo. Setiap kali Indonesia memperingati peristiwa 10 November yang kini sudah 70 tahun, setiap kali pula Bung Tomo disebut. Apa sebenarnya peran Bung Tomo pada republik sehingga namanya tak pernah dipisahkan dari pertempuran bersejarah itu? "Peran utama Bung Tomo adalah orasi dia yang membakar rakyat untuk memberikan perlawanan," kata sejarawan Rushdy Hoesein.

Setidaknya itu yang terlihat dalam pertempuran di Surabaya. Selama tiga pekan memang terkenal. inilah pertempuran melawan pasukan asing pertama dan terbesar sesudah Proklamasi 1945. Sebanyak 6.000-16.000 pejuang Republik gugur dan 200 ribu warga sipil mengungsi. Di pihak lawan, setidaknya 2.000 orang terbunuh. Wajar jika kemudian pemerintah menetapkan peristiwa 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Umur Sutomo atau Bung Tomo waktu itu masih 25 tahun dan ia menjadi kepala departemen penerangan di organisasi Pemuda Republik Indonesia. Organisasi ini memiliki laskar terbesar di Surabaya. Tapi justru dengan posisi itu wartawan Domei--sekarang Antara--Surabaya ini tahu bagaimana membangkitkan pemberontakan rakyat.

Bung Tomo, seperti pemuda yang menyiarkan Proklamasi ke seluruh dunia melalui Radio Republik Indonesia, juga memakai media elektronik untuk mengkomunikasikan perjuangan ke berbagai penjuru. Ia memilih melancarkan agitasi dan propaganda lewat corong radio.

Orasinya setiap hari pada pukul setengah enam sore selalu ditunggu. Sejarawan Rusdhy Husein menyebut, orang menyemut di sekitar tiang-tiang pengeras suara yang tersebar di berbagai sudut Surabaya. Suara Sutomo di Radio Pemberontakan itu bahkan terdengar hingga ke Yogyakarta.



Siaran Radio yang Ditunggu  Bung Tomo bersiap melakukan siaran radio, 1947. [Dok.Dukut] ☆
Moechtar, mantan Pemimpin Redaksi Panjebar Semangat, majalah berbahasa Jawa yang terbit di Surabaya memberi kesaksian seputar pidato Bung Tomo dan Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Ia kini berusia 90 tahun, lahir di Pacitan pada 22 Februari 1925.

Moechtar sekolah di Hollandshe Indische Kweekschool Yogyakarta. Ketika Jepang masuk Indonesia, sekolah berlanjut ke Sekolah Guru Menengah Laki-laki. Setelah revolusi kemerdekaan, Moechtar melanjutkan luliah di Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, dan Fakultas Sosiologi Jurusan Publisistik di Universitas Indonesia di Jakarta.

Moechtar mengingat, ketika tahun 1945, sekolah tidak terurus, diliburkan akibat perang berkecamuk. Ketika itu, Jepang bertekuk lutut ke Sekutu, dan Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan. Namun, situasi belum normal. Sehingga, pemerintahan dan juga sekolah belum terurus dengan baik.

Dalam situasi yang tak menentu sehingga sekolah libur, Moechtar yang saat itu sekolah di Yogyakarta, memilih untuk sementara tinggal di Kediri, Jawa Timur. "Saya ke tempat paman saya yang bernama Soedjito. Ia menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Kediri," kata Moechtar, Ahad 22 Oktober 1945.

Kini, Moechtar tinggal di Pucang Asri, Kota Surabaya dalam posisi banyak berbaring akibat pernah jatuh sehingga tulang belakangnya trauma. Daya ingat Moechtar masih kuat, meski sekali-sekali ia perlu waktu lama untuk mengingat sesuatu.

Sebagai pejabat Kediri, Soedjito tinggal di tengah kota, di dekat Pasar Pahing di Kelurahan Jamsaren, Kediri. Selama tinggal di rumah pamannya ini, Moechtar punya kegiatan yang hampir rutin tiap hari. Ketika jarum jam menunjuk jam lima petang, Moechtar mendapat tugas untuk mengeluarkan radio merk Philips yang berbentuk kotak, dari kayu.

Ia mengatakan, radio merupakan barang mewah pada saat itu. Di Kediri, kata dia, yang punya radio bisa dihitung dengan jari. "Karena paman saya kepala dinas pekerjaan umum, penghasilannya cukup untuk membeli radio," kata Moechtar.

Ia mengeluarkan radio milik pamannya dari dalam rumah ke halaman rumah yang luas. Di halaman rumah, sudah menunggu penduduk sekitar tempat pamannya tinggal. Mereka menunggu siaran Bung Tomo.

Bahkan, ada juga yang datang dari tempat jauh di Kediri. Setidaknya ada 20 hingga 30 orang yang takzim menunggu di halaman untuk mendengarkan siaran radio. Kadang, yang datang hingga 50 orang.

Menurut Moechtar, saat itu, stasiun radio yang memancarkan siaran hingga masuk Kediri cuma satu. Ketika itu, belum banyak siaran radio. Sehingga, Moechtar tidak pernah memindah stasiun radio ke stasiun lain karena memang tidak ada yang lain. Siaran yang paling ditunggu itu adalah siaran dari radio yang dimiliki Bung Tomo. Isinya, pidato Bung Tomo selama sekitar setengah jam.

Alutsista Buatan Dalam Negeri Jadi Andalan Korpaskhas TNI

Korpaskhas Prioritaskan Pengembangan Pertahan Udara, Peluru KendaliP2 Commando produksi PT SSE ☆


Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI AU perlu melakukan peremajaan dan pembaruan alat utama sistem pertahanan (alutsista).

Kondisi tersebut mengingat berkembangnya kemajuan zaman dan makin tingginya beragam ancaman pertahanan keamanan negara. Alutsista buatan dalam negeri menjadi andalan bagi pasukan khusus tersebut.

"Kami cinta produk dalam negeri. Maka kami mengutamakan (alutsista) produksi dalam negeri," kata Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Adrian Wattimena usai acara pengangkatan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu sebagai Warga Kehormatan Korpaskhas di Mako Paskhas TNI AU, Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (9/11/2015).

Menurut Adrian, Korpaskhas tetap setia dengan produk made in Indonesia yang tak kalah bagus kualitasnya dengan produksi luar negeri. Tentu saja, sambung dia, mengandalkan alutsista buatan bangsa sendiri bisa menciptakan industri atau perusahaan negara atau swasta dalam negeri semakin berkembang.

TNI AU secara bertahap akan memperbarui alutsista. Adrian menegaskan, sebanyak 119 tipe alutsista yang tengah diproses pemerintah.

"Standar kita ialah produk buatan Pindad dan perusahaan dalam negeri lainnya. Karena kekuatan militer suatu negara itu tergantung dari kemampuan negara memproduksi sistem pertahanannya," kata Adrian.

Jenis alutsista dimaksud Adrian antara lain kendaraan tempur Anoa produksi PT Pindad serta P2-Commando buatan PT Sentra Surya Ekajaya. "Kini prioritas kami mengembangkan pertahanan udara, yaitu merencanakan peluru kendali," ujar Adrian.

Menhan Ryamizard Ryacudu beserta Adrian dan rombongan sempat melihat aneka produk alutsista yang dipamerkan sejumlah perusahaan antara lain PT Pindad, PT Sentra Surya Ekajaya dan PT Indo Pacific Communication & Defence di area lapangan upacara Mako Paskhas TNI AU. Produk itu terdiri berbagai kendaraan tempur, senjata api dan pesawat.

Ryamizard mengatakan pada era modern saat ini pasukan khusus seperti Korpaskhas TNI AU perlu alutsista berbasis teknologi canggih atau sistem kerja komputer. "Untuk saat ini alutsista pasukan khusus sudah ideal. Tapi ada hal perlu ditambah, karena sudah lama. Lalu IT (berbasis Informasi Teknologi) yang sudah ketinggalan, kami perbarui," ujar Ryamizard.

Lebih lanjut Ryamizard menyebutkan jenis alutsista yang diperlukan pasukan khusus di antaranya senjata untuk penembak runduk, sistem jammer untuk pertahanan dan lainnya. "Kita mampu beli, dananya tidak besar. Anggaran sudah ada, tapi apakah oleh DPR bisa ditambah, kami nanti lihat lagi," kata Ryamizard. 

Sukhoi TNI Cegat Pesawat Penyusup di Langit Tarakan


Dipaksa Turun di Tarakan Pesawat Sukhoi TNI AU. (CNN Indonesia/Safir Makki)☆

A
ngkatan Udara Tentara Nasional Indonesia mengirim dua pesawat Sukhoi untuk mencegat (intersepsi) pesawat asing yang melanggar wilayah udara Republik Indonesia di Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11).

"Peristiwa terjadi jam 14.28 WITA. Ada pesawat asing tertangkap radar melintas wilayah Indonesia di Tarakan tanpa izin," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto kepada CNN Indonesia.

Peristiwa itu, ujar Dwi, bukan pertama kali terjadi. TNI pun segera menjalankan prosedur tetap yang telah ada. Dua Sukhoi diterbangkan dari pangkalan udara terdekat di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengejar pesawat asing jenis propeller first engine Cessna itu.

"Kami paksa pesawat itu mendarat di Tarakan. Sekarang sedang dalam penyelidikan kenapa dia lewat situ," kata Dwi.

Menurutnya, bukan sekali ini saja pelanggaran udara terjadi di langit Tarakan. TNI AU, ujar Dwi, tak bakal menolerir pelanggaran wilayah apapun di langit Indonesia.

 Diterbangkan Pilot AS 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Tentara Nasional Indonesia Marsekal Pertama Dwi Badarmanto menyatakan pesawat asing yang tertangkap radar menyusup di langit Tarakan, Kalimantan Utara, Senin siang (9/11), dipiloti oleh tentara Amerika Serikat.

"Pesawat itu diawaki oleh orang Amerika. Isinya satu pilot itu saja. Sekarang pesawat sudah dipaksa turun dan pilot dimintai keterangan kenapa dia terbang di situ, melanggar wilayah udara Indonesia," kata Dwi kepada CNN Indonesia.

Pilot tersebut bernama James Patrick Murphy. Dia adalah penerbang Angkatan Laut AS. Saat ini Murphy sedang diinterogasi secara intensif oleh TNI AU di Tarakan, sementara pesawat jenis propeller first engine Cessna yang dia terbangkan diparkir di Pangkalan Udara TNI.

"Masih dalam penyidikan," ujar Dwi. Murphy akan diperiksa sesuai proses hukum di Indonesia yang kemungkinan menghabiskan waktu satu-dua hari.

Dwi menyatakan pelanggaran wilayah udara di Indonesia telah berulang kali terjadi, termasuk di langit Tarakan. "Ini mungkin yang ke-19 sepanjang tahun ini. Pokoknya kami tak mau ambil risiko. Begitu ada pelanggaran, kami paksa dia turun," kata Dwi.

Pelanggaran udara di wilayah Indonesia terjadi di saat konflik di Laut China Selatan tengah memanas. AS belum lama ini mengirimkan kapal perangnya berlayar di sekitar pulau reklamasi buatan China yang terletak dekat Kepulauan Spratly yang menjadi sengketa sejumlah negara di Asia.

China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan sebagai miliknya, dan mengabaikan keberatan dari Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Klaim ini terus menyulut ketegangan di kawasan tersebut. (agk)

Minggu, 08 November 2015

Indonesia Telah Putuskan Pembelian Pesawat Tempur Su-35

Dengan memperoleh Transfer Teknologi Perakitan dan PerawatanSuper Flanker Su 35 Rusia [Marina] ☆


Militer Indonesia - tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

"Indonesia telah mengambil keputusan mengenai pembelian pesawat tempur Rusia Su-35, sekarang dibicarakan transfer teknologi perakitan pesawat", ucap kepada agensi berita RIA Novosti Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perusahaan "Rostech" Viktor Kladov di pameran aviasi internasional Dubai Airshow-2015.

"Indonesia telah mengambil keputusan, apa langkah berikutnya? Tunggu saja", kata Kladov, menjawab pertanyaan wartawan mengenai proses negosiasi pemasokan Su-35 ke Indonesia (08/11/2015).

Beliau menambahkan bahwa Indonesia tertarik tidak hanya membeli Su-35, tetapi juga membangun pusat layanan teknis di wilayahnya dan memperoleh transfer teknologi perakitan pesawat.

"Negosiasi menjadi lebih majemuk karena saat ini dibicarakan bukan hanya pemasokan Su-35, tetapi juga transfer teknologi", tutur Kladov.

Pada bulan September Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengumumkan niatnya untuk membeli skuadron pesawat tempur Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger milik Amerika yang usianya sudah mencapai empat dekade. 

  ☠ RBTH  

TNI AL kerahkan tujuh KRI ke Natuna

Militer Indonesia - Angkatan Laut mengerahkan tujuh Kapal Perang RI (KRI) untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

"Ini merupakan patroli rutin yang dilakukan oleh TNI AL untuk menjaga perairan Natuna. Terlebih, di kawasan Natuna sering terjadi illegal fishing," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zainudin ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Minggu.

Ia pun membantah pengerahan tujuh kapal perang milik TNI AL itu untuk mengantisipasi memanasnya Laut China Selatan.

"Kita tidak ada konflik terkait Laut China Selatan. Kita hanya menjaga kedaulatan dan pertahanan NKRI," jelasnya.

Menurut dia, tujuh KRI yang dikerahkan itu tidak seluruhnya berada di perairan Natuna, Kepulauan Riau, namun secara bergiliran melakukan operasi atau patroli.

"Tiga KRI standby di perairan Natuna, sementara empat KRI lainnya berada di pangkalan Tanjung Uban. Mereka secara bergiliran melakukan patroli," tuturnya.

Ia mengungkapkan, dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan negara, TNI AL selalu melakukan patroli setiap harinya, baik di wilayah Timur maupun di wilayah Barat dengan jumlah KRI sekitar 40 kapal lebih.

"Di wilayah Indonesia Timur kita kerahkan sebanyak 20 kapal lebih untuk menjaga wilayah Ambalat, Laut Arafuru dan lainnya. Di wilayah Indonesia bagian Barat, kita juga mengerahkan 20 kapal, seperti Selat Malaka, Laut Natuna dan lainnya," katanya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, pengerahan tujuh KRI ke perairan Natuna untuk melakukan patroli.

"Itu kan operasi rutin, kita kan dalam 365 hari kegiatan patroli itu kegiatan patroli pengamanan perbatasan. Dan juga kegiatan patroli yang berkenaan dengan keadilan di laut, baik di Laut Natuna, Sulawesi, maupun Samudera Hindia. Termasuk yang sudah tergelar berkaitan dengan kerja sama bersama tetangga, patroli koordinasi," katanya.

  ☠ Antara  

Pindad Raih Penghargaan Top IT 2015

Pindad perlu hadir di sektor cyber karena sektor ini merupakan kebutuhan penting di tanah air dalam melindungi asset strategis nasional lainnya, khususnya di masa depan,Produk Pindad di masa depan, Anoa Amfibi & Badak [defence.pk] ☆

PT Pindad (Persero) meraih pengharhaan Top IT & Telco 2015 untuk kategori implementasi IT di sektor industri pertahanan. "Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan performa dan daya saing perusahaan," kata Direktur Utama PT Pindad (Persero), Silmy Karim di Bandung, Ahad (8/11).

Penghargaan diberikan kepada PT Pindad (Persero) karena perusahaan telah berhasil melakukan peningkatan performance dan implementasi teknologi informasi untuk mendukung kelancaran operasional perusahaan. Top IT & Telco 2015 merupakan ajang penghargaan bagi perusahaan yang telah berhasil mengaplikasikan dan memanfaatkan Information and Communications Technology (ICT) untuk meningkatkan performa, daya saing, dan pelayanan bisnis perusahaan.

Pengelolaan teknologi informasi itu, tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) perusahaan yang menyatakan bahwa dalam salah satu poin strategi fungsional, bidang teknologi informasi diharapkan dapat menyediakan suatu sistem aplikasi yang mendukung strategi korporasi dan strategi usaha setiap lini usaha.

Selain itu menyediakan atau menyajikan informasi buat manajemen, dan mendukung pengelolaan knowledge management. "Divisi Teknologi Informasi berhasil menerapkan Enterprise Resources Planning (ERP) secara menyeluruh di setiap lini bisnis perusahaan," katanya.

Lebih lanjut Simly mennyataan hal itu merupakan hal yang baik dan diharapkan implementasi ERP merupakan salah satu faktor yang dapat berujung kepada operational excellence perusahaan. Peningkatan daya saing perusahaan dianggap penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai akhir tahun 2015.

Untuk implementasi teknologi informasi selanjutnya Pindad telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan perusahaan asal Inggris, BAE System untuk memproteksi kepentingan strategis Indonesia dari cyber attack.

"Pindad perlu hadir di sektor cyber karena sektor ini merupakan kebutuhan penting di tanah air dalam melindungi asset strategis nasional lainnya, khususnya di masa depan," kata Silmy.  

  ☠ republika  

Konflik Laut China Selatan

Sikap Presiden Xi Lembut tapi TegasPresiden China Xi Jinping (kiri) disambut PM Singapura, Lee Hsien Loong. | (Reuters) ☆


Presiden China, Xi Jinping, pada Sabtu (7/11/2015) angkat bicara soal sikapnya dalam menyikapi konflik Laut China Selatan. Presiden Xi memilih cara lembut untuk penyelesaian konflik namun tegas jika untuk melindungi kedaualatan dan hak maritim China.

Ketika berbicara di Universitas Nasional Singapura, Xi Jinping mengatakan, sengketa wilayah di Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai, yakni melalui perundingan.

Kawasan maritim yang kayak energi itu jadi sengketa antara China dengan Vietnam, Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei. China mengklaim hampir 90 pesen kawasan maritim itu berdasarkan peta kuno yang mereka miliki. Namun, negara-negara lain yang bersengketa menolak klaim itu.

Ketegangan semakin memanas ketika Amerika Serikat (AS) ikut campur untuk menentang klaim China. AS setidaknya telah mengirim kapal perang USS Lassen untuk bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil laut dari pulau buatan China di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.

AS berdalih, kawasan Laut China Selatan merupakan kawasan internasional, sehingga pesawat dan kapal AS berhak bernavigasi setiap saat. Namun, China menilai manuver kapal perang AS itu sebagai provokasi dengan dalih kebebasan navigasi.

"Untuk menjaga kedaulatan dan hak maritim, itu wajar dan tanggung jawab Pemerintah China yang harus ditempuh," kata Presiden Xi, seperti dikutip Reuters.

"Hak berlayar atau terbang tidak jadi masalah dan tidak akan menjadi masalah, karena China membutuhkan kebebasan di Laut China Selatan," lanjut dia.

"Meskipun beberapa pulau, di mana China memiliki kedaulatan telah diduduki oleh orang lain, China telah selalu berkomitmen untuk memecahkan masalah itu dengan negosiasi damai," imbuh Xi. "China berkomitmen untuk bekerja dengan negara-negara itu secara langsung untuk memecahkan masalah sengketa atas dasar penghormatan fakta-fakta sejarah, menurut hukum internasional dan melalui diskusi serta negosiasi."

Xi menegaskan bahwa China memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas kawasan Laut China Selatan.

 Pentagon Tegaskan Opsi Militer Berlaku terhadap China 


Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ashton Carter, menegaskan bahwa AS bertekad menempatkan opsi penggunaan kekuatan militer terhadap China. Hal itu disampaikan dalam pidato sambutannya di di Pearl Harbor, Hawaii, hari Jumat.

"Kami pasti mengawasi China dan kami mengambil khusus untuk memastikan kami tetap menghadapi kemampuan militer China," kata Carter. "Ini dibangun dalam anggaran kami," lanjut Carter, seperti dikutip Sputnik, Sabtu (7/11/2015).

Menteri Pertahanan AS itu singgah di Hawaii setelah melakukan pembicaraan dengan rekan-rekan Asia-nya di Malaysia.

"Kebijakan kami terhadap wilayah ini tidak satu untuk membagi atau mengecualikan, mencegah China atau orang lain. Kebijakan kami adalah salah satu dari inklusi," imbuh Carter.

Pada hari Kamis lalu, Carter naik kapal induk nuklir AS, USS Theodore Roosevelt di Laut China Selatan. Aksi itu menunjukkan sinyal AS untuk tetap mempertahankan kehadiran Angkatan Laut AS di wilayah yang jadi sengketa antara China dan negara-negara ASEAN itu. Aksi Carter itu membuat para pejabat China marah karena dianggap sebagai provokasi terang-terangan.

"Kami prihatin tentang kegiatan mereka (China) di Laut China Selatan," kata Carter. Kendati demikian, dia tetap akan mengupayakan penyelesaian konflik Laut China Selatan secara diplomatis. (mas

  ☠ sindonews  

Kapal Selam Serang Soryu

 http://statik.tempo.co/?id=451723&width=620
Kapal Selam Andalan Jepang yang MematikanJepang salah satu negara yang terkenal dengan kemampuan olah teknologinya, salah satunya teknologi alutsista tempur. Kapal selam diesel elektrik kelas Soryu, terkenal canggih dan inovatif, dikembangkan untuk menggantikan kelas Oyashio. Soryu sendiri memiliki arti Blue Dragon, dan AL Jepang berencana mengoperasikan 10 kapal. [usni.org]

Soryu, Kapal Selam Serang Jepang yang Mematikan

Peluncuran kapal selam Soryu di galangan Mitsubishi Heavy Industries, Kobe, pada Desember 2007. Soryu didesain oleh Mitsubishi heavy industries pada tahun 2005, dengan mengaplikasikan bentuk hydrodynamic dan lambung yang dilengkapi dengan anechoic coating, dan seluruh bagian mesin yang mengeluarkan bunyi bising diredam dengan teknologi khusus. Soryu dilengkapi dengan teknologi AIP rancangan Swedia, yang memungkinkan kapal selam terus menyelam tanpa pasokan udara. Teknologi ini dilisensi oleh Kawasaki Heavy Industries dan untuk mengembangkan teknologi propulsi bagi kapal Oyashio class. [japantimes.co]
Soryu, Kapal Selam Serang Jepang yang Mematikan

Jepang merancang Soryu dengan teknologi tinggi untuk mengungguli kapal selam Tiongkok dan Korea Utara, yang kerap kali mengancam kedaulatan laut Jepang. Kini Soryu mulai dipasarkan untuk dijual ke luar negeri, salah satu negara yang berminat adalah Australia. Negara tetangga Indonesia merasa memerlukan kapal selam ini untuk melindungi kedaulatannya. Indonesia patut waspada karena Soryu mampu menyusup hingga ke perairan dangkal yang banyak ditemui di wilayah Indonesia. [jeffhead.com]
Soryu, Kapal Selam Serang Jepang yang Mematikan

Kapal selam Soryu dilengkapi dengan 6 torpedo kaliber 533mm type 89, dan rudal UGM-84 Sub Harpoon anti ship missiles. Soryu diawaki 65 pelaut dan mampu menyelam 250 m dengan kedalaman maksimal mencapai 500 m. Kecepatan menyelam mencapai 37 km/jam, dilengkapi dengan mesin kawasaki kockums. Soryu tergolong sebagai kapal selam tipe penyerang, dan terdapat radar ZPS-6F. [military-today.com]
Soryu, Kapal Selam Serang Jepang yang Mematikan

Jepang sebagai negara kepulauan mampu merancang dan menciptakan kapal selam yang mampu beroperasi serta memiliki karakter, sesuai dengan kondisi geografis negaranya. Hal ini patut mendapat apresiasi yang sangat luar biasa, walaupun Jepang harus belajar pada Swedia dan negara lain. Kemandirian alutsista menjadi sangat penting bagi kedaulatan negara. [japantimes.co]
Soryu, Kapal Selam Serang Jepang yang Mematikan

Kapal selam kelas Soryu saat mengikuti upacara di dekat dermaga, terlihat sirip belakang berbentuk X. Sirip tersebut sangat efektif jika kapal selam menyelam di laut dangkal, sehingga dapat dipastikan kapal selam ini mampu menyusup ke wilayah perairan dangkal. Konfigurasi model ini sama seperti kapal selam Swedia tipe Gotland class, sirip X membuat kapal selam memiliki daya manuver yang sangat tinggi dan mampu beroperasi sangat dekat dengan bibir pantai. [wikipedia.com]
 ♖ Tempo  

☆ Kisah Achmad Yani Direncanakan Menjadi Presiden

Merupakan cita-cita Bung Karno


Bung Karno pernah menyebutkan bahwa kelak pengganti dirinya adalah Jenderal (AD) Achmad Yani yang saat itu menjabat sebagai Kepala Satuan Angkatan Darat TNI (Kasad).

Menurut mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa, Kolonel Purn Maulwi Saelan dalam buku Penjaga Terakhir Soekarno dikatakan, Ahmad Yani adalah yang paling dekat dengan Bung Karno. Saelan juga menuturkan, Soekarno pernah menitipkan Ahmad Yani sebagai penggantinya.

Ia menjelaskan, jauh-jauh sebelumnya, Soekarno juga sudah mendengar persetujuan pihak keluarga Ahmad Yani. Hingga dijadwalkan akan ada pertemuan untuk membahas hal itu lebih lanjut. Dalam penjelasan Saelan, Ahmad Yani dijadwalkan akan menemui Bung Karno di Istana Jakarta pada 1 Oktober 1965.

"Banyak yang bilang bapak jadi anak emas Presiden Soekarno," kata putri Yani, Amelia A Yani dalam buku Achmad Yani Tumbal Revolusi terbitan Galang Press.

"Bapak sudah cerita kepada keluarga bahwa dia bakal menjadi presiden. Waktu itu Bapak berpesan, jangan dulu bilang sama orang lain," ujar putra-putri Achmad Yani, Rully Yani, Elina Yani, Yuni Yani dan Edi Yani acara diskusi "Jakarta - Forum Live, Peristiwa G-30S/PKI, Upaya Mencari Kebenaran", beberapa waktu lalu.

Informasi itu sudah diketahui pihak keluarga dua bulan sebelum meletusnya peristiwa berdarah G-30S/PKI. "Waktu itu ketika pulang dari rapat dengan Bung Karno beserta para petinggi negara, Bapak cerita sama ibu bahwa kelak bakal jadi presiden," kenang Yuni Yani, putri keenam Achmad Yani.

"Setelah cerita sama ibu, esok harinya sepulang main golf, Bapak juga menceritakan itu kepada kami putra-putrinya. Sambil tertawa, kami bertanya, benar nih Pak. Jawab Bapak ketika itu, ya," ucapnya.

Menurut Elina Yani (putri keempat), saat kakaknya Amelia Yani menyusun buku tentang Bapak, mereka menemui Letjen Sarwo Edhie Wibowo sebagai salah satu nara sumber.

"Waktu itu, Pak Sarwo cerita bahwa Bapak dulu diminta Bung Karno menjadi presiden bila kesehatan Proklamator itu tidak juga membaik. Permintaan itu disampaikan Bung Karno dalam rapat petinggi negara. Di situ antara lain, ada Soebandrio, Chaerul Saleh dan AH Nasution," katanya.

"Bung Karno bilang, Yani kalau kesehatan saya belum membaik kamu yang jadi presiden," kata Sarwo Edhie seperti ditirukan Elina.

Pada prinsipnya, tambah Yuni pihak keluarga senang mendengar berita Bapak bakal jadi presiden. Namun ibunya (Alm. Nyonya Yayuk Ruliah A.Yani) usai makan malam membuat ramalan bahwa kalau Bapak tidak jadi presiden, bisa dibunuh.

"Ternyata ramalan ibu benar. Belum sempat menjadi presiden menggantikan Bung Karno, Bapak dibunuh secara kejam dengan disaksikan adik-adik kami - Untung dan Eddy, kalau Bapakmu tidak jadi presiden, ya nangdi (ke mana bisa dibunuh," kata Nyonya Yani seperti ditirukan Yuni.

Amelia Yani mengingat hubungan ayahnya dan Presiden Soekarno sangat dekat. Amelia mengingat, Soekarno ikut peduli dengan renovasi rumah Yani di Menteng. Soekarno juga sering mengajak Yani ikut dalam kunjungan ke daerah. Bahkan menyempatkan hadir saat syukuran rumah Yani.

"Hari Minggu pun Bapak dan Ibu sering menemani Bung Karno dan ibu Hartini ngobrol-ngobrol di Istana Bogor," kenang Amelia.

Jenderal Achmad Yani dikenal sebagai tentara cerdas dan lugas, perancang strategi perang, pemberani dan konsisten dengan profesinya. Sejarah mencatatnya sebagai De Reder van Magelang, karena keberhasilannya merebut kembali kota Magelang dari cengkeraman Belanda.

Ia berhasil menumpas pemberontakan PRRI dengan "Operasi 17 Agustus pada 1958", juga berhasil menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dengan pasukan Banteng Raiders yang dia bentuk.

Sikap tegas dan karir militernya yang cemerlang telah mengantarkan dirinya pada posisi puncak sebagai militer dan menjadikan dirinya dekat dengan Bung Karno.

Oleh Bung Karno, ia dipercaya untuk melakukan misi pembelian senjata ke luar negeri dalam rangka memperkuat Angkatan Darat dan dipercaya sebagai Kepala Staf Komando Tertinggi.

Hubungan Yani dan Soekarno mulai dekat ketika Yani menjabat Kepala Staf Gabungan Komando Tertinggi (KOTI) pembebasan Irian Barat sekitar tahun 1963.

Yani juga menjadi juru bicara tunggal Panglima Tertinggi soal Irian Barat. Hampir setiap hari dia rapat dengan Soekarno di Istana. Hubungan mereka kemudian memang erat.

Setelah menjabat Kasad, hubungan Yani dan Soekarno makin akrab. Namun kemesraan itu tak berlangsung lama. Isu Dewan Jenderal dan rumor kudeta Angkatan Darat membuat jarak di antara Soekarno dan Yani.

Pesawat EA-6B Prowler

Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

 
Pesawat EA-6B Prowler merupakan salah satu alutsista paling unik di dunia, pesawat ini dirancang bukan untuk bertempur adu tembakan di udara melainkan melumpuhkan, mengacaukan dan membutakan kemampuan radar dan sistem pertahanan elektronik lawan seperti radar. Pesawat ini biasa beroperasi dari atas kapal induk, untuk mendukung pergerakan armada laut Amerika. Beragam sensor dan peralatan canggih dibenamkan dalam pesawat ini, walapun masa baktinya sebentar lagi usai digantikan oleh pesawat Growler. [wikipedia.org]

Pesawat EA-6B Prowler, Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

Prowler dikembangkan dan dirancang oleh Northrop Grumman, untuk menggantikan pesawat EF-111 Raven yang masuk dinas pensiun. Prowler sudah mengabdi pada USAF sejak tahun 1971, dengan tugas utama sebagai perisai elektronik armada udara Amerika. Paman sam sadar benar bagaimana aset udaranya rentan terhadap sengatan rudal udara buatan Rusia yang banyak ditemui di medan perang, sehingga diperlukan alutsista khusus yang bertugas membutakan deteksi radar dan peralatan elektronik lainnya. Hampir dapat dipastikan setiap pertempuran udara Prowler selalu hadir lebih dahulu, memberikan perisai elektronik bagi armada udara. [theavionist.com]

Pesawat EA-6B Prowler, Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

Prowler tidak hanya bertugas untuk membutakan elektronik lawan, tetapi menghancurkan situs radar lawan menggunakan rudal HARM High Speed Anti Radiation Missile. Senjata ini digerakan menggunakan metode energi radiasi, dan mendeteksi sinyal radar lawan. Prowler sangat bergantung pada ALQ-99 tactical jamming system dan USQ-113 communication jammer, kemampuan Prowler dalam mendeteksi radar Early Warning sangatlah menggagumkan bahkan lawan tidak mampu mendeteksi jika Prowler sedang mengacaukan sistem elektroniknya. [wikipedia.org]

Pesawat EA-6B Prowler, Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

Kesaktian Prowler di uji di Vietnam, Timur Tengah, Balkan dan Asia Tenggara, hal ini membuktikan bahwa Amerika sangat konsen terhadap pertempuran spektrum elektromagnetik. Secanggih apapun sebuah pesawat tempur suatu negara, menjadi tidak berguna jika radar pendeteksi mati dan buta. Strategi inilah yang digunakan Amerika dalam mendapatkan superioritas udara, sangat sulit melawan jamming dari Prowler, hanya alutsista sekelas S-400 Rusia yang mampu membungkam Prowler. [aviationews.eu]

Pesawat EA-6B Prowler, Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

Prowler diawaki oleh 4 orang yang terdiri dari 1 pilot dan 3 electronic countermeasures officers, para awak duduk saling berdampingan untuk memudahkan koordinasi. Bertubuh tambun tidak membuat Prowler sulit untuk bermanuver, di sekujur tubuh Prowler terlihat beberapa peralatan elektronik yang sangat sensitif, salah satunya bertujuan untuk menangkal frequency hopping intercept radars. Beragam peningkatan kemampuan dilakukan untuk memperpanjang usia pakai Prowler, namun sayang perannya kini sudah digantikan oleh Growler yang dianggap lebih murah dari biaya operasional. [wikipedia.org]

Pesawat EA-6B Prowler, Pengacau Radar dan Pertahanan Elektronika

Bagian dalam kokpit dari Prowler terdiri dari beragam peralatan elektronik, dengan sistem kendali digital. Prowler mampu terbang dengan kecepatan 1.050 km/jam, dengan jarak terbang mencapai 3.861 km di ketinggian 11 Km. Tercatat korps Marinir Amerika sebagai pengguna terbanyak Prowler, kemudian disusul oleh USAF atau United State Air Forces. [grahampilot.com]
  ★ Tempo  

Sabtu, 07 November 2015

Susi Bisa Kendalikan TNI AL di Satgas Anti Illegal Fishing

Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Perpres No 155 tahun 2015 tentang Satgas 


Pemberantasan Illegal FishingKRI TNI AL ☆

Presiden Joko Widodo resmi meneken Perpres No 115 tahun 2015 tentang Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal. Perpres ini pun menuai tanggapan dari kalangan militer. Mengapa?

Perpres ini sebenarnya mengatur tentang Satgas yang bisa langsung menenggelamkan kapal pencuri ikan tanpa melalui proses pengadilan. Hanya saja dalam pasal 6 huruf b tentang pedoman umum pelaksanaan operasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai Komandan Satgas diberi kewenangan atau otoritas untuk melaksanakan komando dan kendala terhadap unsur-unsur satgas. Termasuk TNI AL maupun kapal-kapalnya.

Sejumlah pihak menyebut aturan ini bertentangan dengan UU pertahanan dan mencederai TNI. Padahal untuk kendali TNI maupun unsur-unsurnya, TNI harus bertanggung jawab terhadap Panglima TNI.

"Hanya masalahnya berkaitan dengan organisasi saja dengan dibentuknya satgas dalam Perpres No 115. Selama ini illegal fishing secara tidak langsung kita juga melaksanakan kegiatan amanah dari UU perikanan, itu pendekatan hukum publik," ungkap KSAL Laksamana Ade Supandi saat dimintai tanggapan dalam gathering media di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2015).

Dalam Perpres ini diatur bahwa Satgas terdiri dari lintas instansi dan aparat terkait dengan melibatkan KKP, TNI AL, Polri, Kejagung, Bakamla, SKK Migas, Pertamina dan lainnya. Komandan adalah Menteri KP, Kepala Pelaksana Harian adalah Wakil KSAL, dan 3 wakil kepala pelaksana harian yaitu Kepala Bakamla, Kepala Baharkam Polri, dan Jaksa Agung Tindak Pidana Umum.

"Itu kalau kita analogikan, kita juga di bawahnya Basarnas waktu itu. Jadi sebenarnya ini (TNI AL) di bawah koordinasi (KKP). Toh selama ini nggak ada masalah. Misalnya illegal fishing sama kan. Makanya sekarang ditentukan di Perpres ini," kata Ade.

Terkait kewenangan menggerakan kapal TNI AL atau KRI yang diberikan kepada Menteri Susi, Ade mencoba menjelaskan. Bahwa memang untuk tugas operasi maupun misi, unsur-unsur TNI berada dalam otoritas Panglima TNI. Jika nantinya terjadi dualisme komando dalam penegakan hukum terkait ilegal fishing, dalam Perpres ini disebut KSAL sudah diatur.

"Jadi ada tugas-tugas KRI yang soal pertahanan negara di bawah Panglima TNI, dan ada juga tugas-tugas operasi yang berkaitan dengan kapal, kalau itu berkaitan operasi contohnya dengan keamanan laut, itu juga di bawah panglima TNI. Kemudian kalau dalam tugas-tugas tertentu melaksanakan tugas penegakkan hukum sipil, terkait masalah UU perikanan, ini di pasal 5 dari Perpres No 115 sudah ada," jelas Ade.

"Bahwa dalam satgas ini dalam perencanaan itu mendapat arahan dari Menkopolhukam, Panglima TNI. Kalau Panglima TNI memandang bahwa ada dualisme dalam pergerakkan unsur, nanti itu juga akan ditentukan di sana," sambung mantan Pangarmatim itu.

Jadi apakah ini artinya TNI AL tidak masalah mendapat komando dari Menteri Susi?

"Toh, selama ini AL juga melaksanakan tugas penegakkan hukum di laut," tukas Ade.

Sebelumnya pada menjelang pertengahan Oktober 2015 lalu, Presiden Joko Widodo sudah menandatangani Perpres No 155 tahun 2015 tentang Satgas Pemberantasan Illegal Fishing. Saat mengumumkannya, Susi terlihat sangat girang.

"Kapal tanpa izin di teritorial kita, langsung tenggelamkan. Sekarang enggak usah nunggu berbulan-bulan (proses pengadilan), langsung kita tenggelamkan saja. Satgas bertanggung jawab langsung pada Presiden," ujar Susi, Rabu (21/10).

Dalam tugasnya nanti, satgas berwenang menentukan target operasi. Kemudian juga melakukan koordinasi dalam pengumpulan data dan informasi, membentuk serta memerintahkan unsur-unsur satgas untuk melakukan penegakan hukum. Lantas yang terakhir adalah melaksanakan komando dan pengendalian. (elz/bag

Jumat, 06 November 2015

100 Prajurit Satgas MTF TNI Terima Penghargaan

Menerima tanda kehormatan Satya Lencana Santi Dharma dari Presiden Republik Indonesia

  
Sebanyak 100 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (Satgas MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-G/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) menerima penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Santi Dharma dari Presiden Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 54/TK/Tahun 2015 tanggal 16 Juni 2015 atas dedikasi serta kontribusi terhadap misi perdamaian PBB Unifil di Lebanon.

Penghargaan itu diberikan secara langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam suatu upacara militer yang dilaksanakan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at (6/11/2015).

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-G/Unifil yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) I.G.P. Alit Jaya sehari hari menjabat Komandan KRI SIM-367 terdiri dari Kobangdikal 85 personel, Koarmatim 1 personel, Lantamal V 1 personel, Lantamal VII 1 personel, Penerbal 7 personel , telah berhasil melaksanakan tugas menjaga laut di dalam wilayah yurisdiksi Lebanon dengan menggunakan KRI Sultan Iskandar Muda 367 dan turut membawa alutsista Helly Bollkow BO-105/NV-410.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam upacara penerimaan ini, atas nama komando saya ucapkan selamat kembali ke tanah air dan terima kasih yang tulus, serta penghargaan yang tinggi atas dedikasi, loyalitas dan prestasi, kepada para prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-G/Unifil, yang telah melaksanakan tugas pada misi PBB Unifil dengan baik dan sukses. Adalah suatu keniscayaan bahwa prestasi yang para prajurit sekalian capai telah semakin mengukuhkan kepercayaan dan pengakuan dunia terhadap TNI dan negara atas komitmen dan tugas-tugas Misi Perdamaian PBB.

"Prestasi-prestasi tersebut harus dijaga dan ditingkatkan di masa yang akan datang, baik dari aspek manajerial maupun operasional, baik di bidang pengetahuan daerah operasi, kepemimpinan dan komuniksasi sosial maupun keterampilam keprajuritan", ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada 2015. Untuk itu, kepada segenap prajurit untuk senantiasa mempedomani komitmen netralitas TNI, dan senantiasa menjaga kesiapsiagaan satuan, serta jaga dan tingkatkan kebersamaan serta koordinasi yang baik TNI-Polri dalam melaksanakan tugas-tugas keamanan bersama.

"Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan prajurit TNI yang merusak hubungan baik TNI-Polri, hal ini penting untuk menjadi perhatian para Komandan Satuan dan seluruh prajurit TNI, karena netralitas TNI kesiapsiagaan satuan dan kebersamaan TNI-Polri, adalah jaminan terciptanya situasi nasional yang kondusif dan jaminan bagi terciptanya persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia", tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M. 

Kepala Penerbang Pesawat Tempur Ditaburi Telur


Dinyatakan lulus dengan predikat membanggakan Keramas tradisi Telor dan Tepung ☆


 


Perwira muda sukses bermanuver terbang solo dengan pesawat tempur Supertucano Fighter. Letda Pnb Anthera Galuh WS dan Letda Pnb Gusti Sugriya mengelilingi training area Lanud Abd. Masing-masing dengan pesawat jenis TT 3106 dan TT 3103.

"Keduanya dinyatakan lulus dengan predikat membanggakan," ujar Kadisops Kolonel Pnb Fairlyanto didampingi Kabinpotdirga Mayor Pnb Taufik Andriyadi seusai menyaksikan manuver solo bawahannya itu. Penerbang muda itu menjadi anggota Skuadron Udara 21 setempat.

Dijelaskannya, terbang solo sebagai bekal awal menjadi penerbang tempur. Alasannya, penerbang tempur yang professional dan berkualitas membutuhkan kesiapan matang, jangka panjang, dan melelahkan. Alhasil, ia mengharapkan, penerbang muda tadi terus belajar dan menjadi kebanggaan.

Sementara Kapen Lanud Abd Saleh, Letkol Sus Sutrisno, menyatakan dua perwira muda baru lulus itu juga diupacarakan sesuai tradisi dengan pemecahan telor dan pemberian tepung di atas kepala sebagai pertanda kelahiran fighter baru sebagai pengawal dirgantara nasional




Minggu, 24 Mei 2015

Perkembangan Tank Medium Pindad Turki

Desain tank Pindad yang beredar di Sosial Media

Militer Indonesia-Sejumlah anggota Komisi I DPR melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad, dipimpin oleh Ketua Komisi I DPR Ri Mayor Jenderal (Purn) Supiadin Aries Saputra. Mereka diterima oleh Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim di Auditorium Gedung Direktorat PT Pindad, Bandung yang juga dihadiri jajaran Direksi dan pimpinan PT Pindad, 16/3/2015.

Adapun kunjungan kerja ini dilakukan untuk meminta data dan informasi dari PT Pindad mengenai perkembangan kerjasama proyek medium tank dengan Turki. “Kunjungan ini dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai perkembangan kerjasama pertahanan antara Pindad dengan Turki, termasuk bagaimana respon dari Kementerian Pertahanan dan TNI dalam mendukung implementasi kerjasama tersebut,” ujar Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra mewakili para anggotanya.

Silmy Karim, menanggapi hal tersebut, mengatakan bahwa proyek bersama Indonesia – Turki mengenai medium tank sudah diinisiasi sejak lama, namun analisis kemampuan Pindad terus dilakukan. “Kerjasama ini sebenarnya sudah dinisiasi sejak lama oleh Pemerintah, bahkan penandatanganannya sudah terjadi sejak tahun 2013. Secara manufaktur dan testing Pindad sudah siap. Namun ada beberapa teknologi yang masih memerlukan bantuan dari para mitra seperti turret dan firing control system, navigation system, serta self defence system. Kami ingin membuat medium tank yang sempurna baik dari mobility, fire power, dan survivability” ujar Silmy.

Jadwal pengerjaan proyek sudah dibuat. Jika semuanya berjalan lancar, pada tahun 2015 ini akan dibuat satu unit purwarupa produk di Indonesia dan satu unit di Turki. Komunikasi yang lebih intens juga sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Indonesia dengan Savunma Sanayii M (SSM), Kementerian Pertahanan Turki. “Untuk progress B2B, sudah dikirimkan beberapa karyawan Pindad untuk mempelajari lebih jauh teknik pengelasan aluminium armored yang dipakai sebagai bahan baku medium tank,” ujar Silmy. Ia juga menyatakan rasa optimisnya bahwa proyek ini akan berjalan dengan baik di masa depan. “Kami optimis program medium tank ini akan berjalan dengan baik karena latar belakang teknologi industri pertahanan Indonesia dan Turki yang sudah cukup baik,” tutup Silmy.

Setelah diskusi panjang di auditorium selesai, rombongan Komisi I DPR RI mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad di Divisi Kendaraan Khusus dan Divisi Senjata untuk mencoba performa produk pertahanan dan keamanan Pindad secara langsung.

Sumber: Pindad.

Kontingen Garuda Juara Satu Lomba Menembak Unifil di Lebanon


Militer Indonesia-Para petembak Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dalam misi PBB di Lebanon, menunjukkan kemampuan terbaiknya pada pertandingan lomba menembak Intercontingen Shooting Championship yang diselenggarakan oleh Sektor Timur Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon), bertempat di lapangan tembak Sektor Ebel El Saqi, Lebanon Selatan, Minggu (26/4/2015).

Lomba menembak Unifil diikuti oleh seluruh kontingen yang berada di Unifil, antara lain dari Spain Batt (Spanyol), Indobatt (Indonesia), Indo FPC (Indonesia), Indbatt (India), Nepalbatt (Nepal), dan Brigade-8 LAF (Lebanon), mempertandingkan dua kelas yaitu menembak Pistol Beregu dan Senapan Beregu.

Kontingen Garuda yang dimotori oleh petembak-petembak dari Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-I/Unifil atau Indobatt (Indonesian Battalion) dibawah pimpinan Letkol Inf Andreas Nanang Dwi P., S.IP, selaku Komandan Satgas dan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) Kontingen Garuda XXVI-G2/Unifil dibawah pimpinan Letkol Inf Muhammad Sjahroni selaku Komandan Satgas, mendominasi seluruh materi dalam pertandingan lomba menembak tersebut.

Pada lomba menembak Pistol Beregu, tim petembak Satgas Indobatt terdiri dari Kapten Mar Surya Afandi, Sertu (K) Dewa Ayu Alice Denita dan Pratu Febiarso, sedangkan Satgas Indo FPC diwakili oleh Pelda Setiyono, Sertu Dimas Baskoro dan Sertu Wara Wenny.

Juara Satu lomba menembak Pistol Beregu diraih oleh Satgas Indobatt, sedangkan Satgas Indo FPC menempati peringkat ketiga. Untuk The Best Shoot Pistol diraih oleh Kontingen Indbatt (India).
Pada lomba menembak Senapan Beregu, tim petembak Satgas Indo FPC dimotori oleh Sertu Edi Purnomo, Praka Syahrul Kurniawan dan Pratu Davit Putranto, sedangkan Satgas Indobatt diwakili oleh Serka Suwandi, Praka Mar Yunus Susanto dan Pratu Yoga Prasetiyono.

Juara Satu lomba menembak Senapan Beregu diraih oleh Satgas Indo FPC, sedangkan Satgas Indobatt menempati Juara Kedua. Untuk The Best Shoot Pistol diraih oleh Kontingen Indbatt (India). Dalam lomba menembak Senapan Beregu ini, salah satu petembak Kontingen Garuda yakni Serka Suwandi dari Satgas Indobatt terpilih sebagai The Best Shoot Riffle.

Sementara itu, hasil maksimal Kontingen Garuda pada pertandingan lomba menembak Unifil dilengkapi dengan terpilihnya tim penembak Satgas Indobatt sebagai tim terbaik dalam kategori Intercontingen Shooting Championship. Penyerahan piala kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Wakil Komandan Sektor Timur Unifil, Kolonel Kav Yotanabey.

Wakil Komandan Sektor Timur mengatakan bahwa, hasil yang dicapai ini menunjukkan kemampuan menembak prajurit Kontingen Garuda tidak kalah dengan prajurit kontingen negara lain, walaupun kondisi cuaca yang kurang mendukung tetapi para petembak Kontingen Garuda mampu menyesuaikan dengan keadaan cuaca dan alam. “Semoga prestasi Kontingen Garuda Unifil 2015 semakin mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional”, ujar Kolonel Kav Yotanabey. (Pupen TNI).

Authentikasi :
Perwira Penerangan Konga XXIII-I/Unifil, Kapten Laut (KH) Ahmad Suberlian, S.H.

5 Pesawat Tempur Terbaik Dunia, Pernah Dimiliki TNI AU

Mig 17 AURI (Merdeka.com)

Militer Indonesia-Setelah Perang Dunia II berakhir ditandai dengan menyerahnya Jepang membuat Indonesia bergerak cepat membangun pertahanan untuk menghadang kembalinya Belanda ke bumi pertiwi. Usai proklamasi, Indonesia segera menyita sejumlah pesawat tempur milik Jepang yang ditinggalkan.

Sejak itu, Indonesia menjadi negara kedua di Asia Tenggara yang memiliki kekuatan pertahanan udara. Saat itu, Indonesia memiliki sejumlah pesawat tempur, yakni Mitsubishi A6M Zero-Sen, Mitsubishi J2M Raiden, Nakajima Ki-43 Hayabusa, Nakajima Ki-44 Shoki dan Nakajima Ki-84 Hayate. Indonesia juga menyita pesawat Curtiss P-36 Mohawk, Curtiss P-40E Warhawk, Supermarine Spitfire, Vought F-4U Corsair milik AU Belanda.

Penarikan mundur tentara KNIL dari Nusantara membuat Indonesia memiliki penambahan kekuatan.TNI AU mengambil alih P-51 Mustang, B-25 Mitchell, T-6 Texan, Douglas A-26 Invader, Douglas C-47 Dakota. Indonesia juga menerima De Havilland DH-115 Vampire dari Inggris dan sempat dipakai selama beberapa dekade berikutnya.

Kedekatan Indonesia dengan blok timur di bawah Uni Soviet membuat negeri ini menerima sejumlah pesawat baru dan paling modern. Pesawat sejenis Mikoyan-Gurevich MiG-15, hingga MiG 21 dimiliki TNI AU hingga disebut sebagai Macan Asia.

Berikut pesawat tempur terbaik dunia yang pernah dimiliki TNI AU:

Mig 17

MiG-17 Fresco
Mikoyan-Gurevich MiG-17 merupakan salah satu pesawat tempur modern yang dimiliki TNI AU. Kedekatan hubungan membuat Uni Soviet tak keberatan ketika Indonesia berniat membeli 66 unit pesawat ini.

Pesawat ini pertama kali terlibat dalam pertempuran udara di Selat Taiwan dan Perang Vietnam. Dalam kedua pertempuran itu, pesawat ini membuat pesawat-pesawat tempur yang diterbangkan pilot AS waspada.

MiG-17 Fresco semula dibuat sebagai pesawat tempur serbaguna dengan pengoperasian siang hari. Pesawat ini juga dapat digunakan sebagai pesawat tempur-bomber, tetapi daya angkut bom-nya relatif kecil jika dibandingkan dengan pesawat lain saat itu, dan biasanya membawa tangki bahan bakar tambahan selain bom.

MiG-17 memiliki panjang 11,26 meter dan lebar sayap 9,63 meter. Pesawat berbobot kosong 3.919 kg dan bobot maksimal 5.350 kg ini dilengkapi mesin Klimov VK-1F. Kecepatan pesawat mencapai 1.145 km per jam pada ketinggian 10.000 kaki dan melesat sampai 2.060 km.

Pesawat varian ini dipersenjatai dua senapan 23mm NR-23 dan satu senapan 37mm N-37, yang terpasang di bawah intake-udara. TNI AU sendiri memiliki dua varian pesawat jenis ini, yakni MiG-17F, MiG-17PF. Semua varian dapat membawa 100 kg bom hingga 250 kg bom. MiG-17PF TNI AU dilengkapi radar Izumrud-5 (RP-5).

Mig 21

MiG-21 Fishbed
Tak kalah dengan pendahulunya, MiG-21 memiliki panjang 14,5 meter dan lebar sayap 7.154 meter ini memiliki bobot bersih 8.825 kg. Pesawat ini dilengkapi sebuah mesin Tumansky R25-300 yang membuatnya melesat hingga 2.175 km per jam dengan jarak tempuh 1.210 km.

Pesawat ini menjadi pesawat yang paling sukses dibuat Mikoyan, jet supersonik ini paling banyak populasinya dan banyak digunakan sejumlah negara dunia. Salah satu fitur yang menonjol adalah biaya produksinya yang rendah.

NATO, memberikan julukan khusus untuk MiG-21 yakni ‘fishbed’, yang berarti fosil ikan. Sedangkan pilot Soviet menyebut pesawat ini ‘balalaika’ karena sayapnya yang berbentuk segitiga.
Seperti MiG-17, MiG-21 juga sukses dalam perang Vietnam. Bodinya yang ramping membuat jet ini mampu bergerak dengan gesit dan lincah. Kondisi ini membuat armada AS membuat taktik khusus guna menghadapinya, namun tindakan itu tak membuat MiG-21 kalah dalam pertempuran udara.

 TU-16 Badger

Tu-16 Badger
TNI AU menerima 25 unit pesawat bomber Tu-16 Badger dengan varian Tu-16KS-1 pada 1961. Pesawat-pesawat ini sedianya bakal digunakan untuk Operasi Trikora dalam merebut kembali Irian Barat dari Belanda.

Salah satu targetnya adalah Kapal Hr Ms Karel Doorman, sebuah kapal induk AL Belanda yang berlayar dekat Irian Barat. Kapal ini menggunakan rudal anti-kapal AS-1 Kennel,
14 Unit Tu-16 ditempatkan dalam Skadron 41 dan sisanya di Skadron 42. Kedua skadron ini bermarkas di Pangkalan Udara AURI Iswahyudi, di Madiun, Jawa Timur. Semua unit Tu-16 tidak diterbangkan lagi pada tahun 1969 dan keluar dari armada AURI pada tahun 1970.

Tu-16 ini memuat 7 orang kru mulai diperkenalkan pada 1954 dan berhenti diproduksi tahun 1993. Pesawat berbobot kosong 37.200 kg ini dilengkapi 2 mesin Mikulin AM-3 M-500 dan mampu melesat hingga 1.050 km per jam, serta mampu menjelajah sampai 7.200 km.

Pesawat ini dilengkapi 6-7 meriam Afanasev Makarov AM-23 23 mm, dan rudal jenis Raduga KS-1 Komet (AS-1 Kennel), Raduga K-10S (AS-2 Kipper) anti-kapal, atau Raduga KSR-5 ( AS-6 Kingfish ) anti-kapal. Dalam misi pengeboman, Tu-16 mampu membawa 9.000 kg bom menuju target. Pesawat inilah yang dulu sempat membuat Australia ketar-ketir.

North American B-25 Mitchell

North American B-25 Mitchell
Pesawat pembom bermesin kembar kelas menengah ini dibuat North American Aviation dan banyak digunakan sejumlah angkatan udara sekutu. Pesawat ini sering digunakan dalam berbagai misi pemboman udara selama berlangsungnya Perang Dunia II dan tetap digunakan selama dua dekade.

TNI AU mendapatkan pesawat ini secara gratis dari tangan Angkatan Udara Belanda (RNLAF). Bersama 26 Invader, keduanya menjadi kekuatan inti dari Skadron 1 AURI.

Di bawah Skadron 1, kedua pembom B-25 dan B-26 bertugas sebagai pembom taktis. Tugasnya adalah membantu operasi darat dan Taut. Karena semakin meningkatnya intensitas konflik horizontal di dalam negeri, permintaan dukungan dari Skadron 1pun semakin meningkat.

Tidak lama setelah diterima AURI, B-25 langsung ditugaskan untuk menjalani sejumlah operasi militer di seluruh Tanah Air. termasuk pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), PRRI/Permesta hingga mendukung Operasi Seroja yang berlangsung pada 1975.

Secara spesifikasi, pesawat ini diawaki enam orang kru. Bermesin Wright R-2600-92 Twin Cyclone 14-silinder air-cooled radial engine, B-25 mampu melesan hingga 272 mph, atau 438 km per jam.
Pesawat ini dilengkapi senapan mesin kaliber 12.7 mm dan kanon T13E1 kaliber 74 mm, serta high velocity aircraft rockets (HVAR) kaliber 127 mm. Bom yang dapat dibawa mencapai 1.360 kg.

A-4 Skyhawks

A-4 Skyhawks
Pembelian pesawat ini bermula dari memburuknya hubungan Indonesia dengan Uni Soviet di era Orde Baru, alhasil spareparts untuk memperbaiki Il-28 Beagles dan Tu-16 Badgers disetop. Untuk menggantikannya, TNI AU mengincar A-4 Skyhawks dari Amerika Serikat, namun ternyata negara ini hanya mampu memberikan sedikit, sedangkan kebutuhan armada sangat banyak.

Indonesia lantas memutuskan untuk membeli pesawat tersebut dari Israel meski tak memiliki hubungan diplomatik sekalipun. Alhasil, pesawat ini berdinas sejak 1982 hingga dipensiunkan pada 2003. Pada tahun itu, TNI AU menggantinya dengan dua unit Su-27SK dan dua unit Su-30MK dari Rusia.

Dengan mengandalkan mesin Pratt & Whitney J52-P8A turbojet, pesawat ini mampu melesat dengan kecepatan 1.077 km per jam dan menempuh jarak hingga 3.220 km. Tak heran jika TNI AU sempat menampilkan kecanggihan pesawat ini dalam serangkaian acara aerobatik udara.

Dalam pertempuran, A-4 Skyhawk dapat mengangkut 2 unit kanon Colt Mk 12 kaliber 20 mm yang mampu menembakkan 100 peluru, menembakkan roket Mk 32 Zuni. Pesawat ini juga dapat membawa AIM-9 Sidewinder, AGM-12 Bullpup, AGM-45 Shrike anti-radiation missile, AGM-62 Walleye TV-guided glide bomb, dan AGM-65 Maverick.

Sedangkan bom yang dapat diangkut jet tempur ini antara lain Rockeye-II Mark 20 Cluster Bomb Unit (CBU), Rockeye Mark 7/APAM-59 CBU, Mark 80 series of unguided bombs, B43 nuclear bomb, B57 nuclear bomb dan B61 nuclear bomb. (Merdeka.com)