Senin, 07 Juli 2014

Menanti Parade Leclerc, Challenger 2 dan Merkava Mk 4

Challenger 2 MBT
MBT Challenger 2

Militer Indonesia-MBT Leopard 2A4 dan Leopard 2RI atau T-90 MS Tagil sudah masuk memenuhi kebutuhan TNI AD dan TNI AL  dalam jumlah besar, namun masih dirasa kurang secara kuantitasnya. Maka opsi penambahan MBT semakin terbuka ketika hubungan baik dengan negara luar dalam kerjasama bidang militer ditambah pertumbuhan ekonomi yang mapan. Perancis, Inggris dan Israel sudah menawarkan paket MBT dan ToT untuk mencukupi kebutuhan TNI dengan syarat pembelian skala besar tentunya. Dimana ketiganya ini masuk negara lemah ekonominya dikarenakan krisis ekonomi dunia sehingga membutuhkan suntikan dana besar dari luar, dan Indonesia salah satu dewa penolong bagi mereka. 

Merkava 4 Main Battle Tank
MBT Merkava Mk 4

Tank-tank tersebut memang salah satu tank terbaik di dunia, bahkan MBT Challenger sempat menjadi idaman dimasa kepemimpinan Suharto namun karena tak terjangkau secara ekonomi waktu itu, maka tertundalah keinginan user dalam hal ini TNI AD. Kekuatan struktur dan teknologinya bukanlah isapan jempol, ketiganya sudah battle proven dimedan peperangan. Apalagi ToT sebagaimana yang dipersyaratkan dalam setiap belanja alutsista sesuai amanah Undang-Undang telah dapat dipenuhi.

Leclerc MBT
MBT Leclerc

Ancaman invasi asing sudah semakin mengemuka, pertahanan darat yang mampu menghadapi serangan besar-besaran selain perlindungan udara dan SAM, tentu saja MBT jawabannya. Bila MBT Leopard 2A4, MBT Leopard 2RI dari Jerman dan MBT T-90 MS Tagil dari Russia sudah dioperasikan saat ini, tentulah masih kurang kuantitasnya. Selain itu dengan keragaman MBT yang dimiliki TNI, maka berbagai macam strategi peperangan akan semakin mudah digelar dan yang pasti musuh akan kesulitan mencari kelemahan pertahanan darat Indonesia. 

M1A2 Abrams MBT
MBT M1A2 Abrams

Mari kita sambut mereka agar mau berparade dalam HUT TNI 1 Oktober mendatang, paling tidak bila masih malu-malu cukuplah siaga di bunker-bunker ditepi batas negara ini. NKRI harga mati.

Bunga-bunga Tidur: Kirov-Class Battlecruiser TNI AL


Militer Indonesia-Sebuah lompatan besar untuk TNI AL layaknya jaman Bung Karno memiliki Kapal penjelajah terbesar di kawasan yakni KRI Irian yang sekarang bermetamorfosa menjadi Kirov-Class Battlecruiser yang telah dimiliki yang merupakan kapal perang terbesar di kawasan Asia Pasifik dan satu-satunya pemilik adalah Indonesia dalam hal ini TNI AL tentunya. 
Bila Slava Class saja sudah menggetarkan apalagi Kirov-Class Battlecruiser jelas akan menambah panasnya suhu kawasan yang tentu saja akan membakar api dalam sekam yang memang telah panas sejak lama. Bukanlah salah Russia atau Indonesia, tetapi ini memang tuntutan jaman dimana banyak negara tetangga yang menjadikan Indonesia musuh bersama dan target penguasaan sumber daya alamnya. Maka perkuatan alutsista terbaik dari negara-negara sahabat adalah jalan pintasnya disamping menunggu alutsista dalam negeri yang masih terus berkembang hingga pada teknologi yang kelak menyamai produk negara-negara maju.
Bila Russia sanggup menghadirkan alutsista terbaiknya buat negeri ini, kenapa negara maju lain tidak sanggup? Maka jangan heran bila Perancis, Inggris, Jerman, Israel, China, Jepang dan Turki akan mengikuti jejak Russia menghadirkan alutsista-alutsista terbaik dari kelasnya kepada Indonesia. Mungkin hanya Amerika Serikat saja yang masih malu-malu dan terus saja mengharap Indonesia dapat dikerdilkan, kapan lagi?
Manakah yang milik Indonesia, 099 atau 183, anggap saja hoax atau lebih tepatnya bunga-bunga tidur, met mimpi indah dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi warga Muslim di seluruh Indonesia. NKRI harga mati.

Jumat, 04 Juli 2014

Melirik Pesawat Tak Berawak RPV Expert dan Albatros Rusia

rpv Expert and Albatros
Umum:
Militer Indonesia-The AS Yakovlev biro desain menawarkan ALBATROS dan EXPERT jauh-dikemudikan kendaraan dari desain baru. The ALBATROS dan EXPERT kendaraan jarak jauh dikemudikan (Remote-Pilote Vehicles)  RPV dimaksudkan untuk televisi (visi infra-red) pengintaian udara dari permukaan yang mendasari di hari-waktu dan di malam hari dan pemantauan lingkungan dengan berbagai parameter negara lingkungan. Informasi yang diperoleh ditransmisikan secara real time ke stasiun kontrol tanah.
RPV dapat memenuhi tugas-tugas berikut :
  • Pengintaian dan operasi pencarian (bercak kebakaran hutan dan pemetaan, operasi pencarian dan penyelamatan, pengintaian ikan, es pengintaian, menemukan tanaman narkotika).
  • Pengamatan objek (patroli gas dan saluran pipa minyak, jalan raya, inspeksi ikan, menemukan pemburu).
  • Parameter lingkungan pemantauan (monitoring ekologi, patroli pantai, pengamatan meteorologi).
Jika dibandingkan dengan cara konvensional pengamatan udara oleh pesawat terbang dan helikopter, RPV menawarkan sejumlah keuntungan besar :
  • Modal yang rendah dan biaya operasi.
  • Mobilitas tinggi dan kemerdekaan penuh.
  • Kebebasan dari risiko kru.
  • Operasi sederhana.
  • Selain: awal vertikal ALBATROS dan mendarat memungkinkan operasi pada tonase kapal laut-akan kecil dan perahu sungai dan dari situs kecil di daerah-daerah sulit akses.
rpv Expert and Albatros
AHLI ini digunakan dalam sistem terintegrasi yang terdiri dari tiga RPV, stasiun kontrol tanah, peluncur dan peralatan servis. Sistem ini dipasang pada mobil-mobil jenis.
The ALBATROS digunakan dalam sistem yang terdiri dari kendaraan terbang, stasiun kontrol tanah dan peralatan servis. Sistem ini mungkin didasarkan pada sebuah kapal atau dua truk KAMAZ-tipe.

Data Dasar:

ExpertAlbatros
Takeoff mass, kg40450
Engine power, h.p.10160
Flight speed range, km/h65-1100-300
Flight altitude range, m50-4500-350
Information receive-transmit range, km50/10050/100
Rate of climb, m/s59
Flight endurance , h6< 7
Mission payloadTV, IR, environmental sensors
Start/Landing Systemcatapultvertical/short
Landingusual
(unpaved airfield)
vertical
System deployment time , h0,5-
System crew, persons2-
Landing site area, m-7 х 7

Akuisisi Pak Da adalah Keniscayaan


Militer Indonesia-Perkuatan kekuatan militer TNI terutama Angkatan Udara untuk melindungi wilayah teritori Indonesia merupakan tugas yang berat, mengingat luasan wilayahnya yang 2/3 adalah lautan membutuhkan pengawasan dan pengawalan super ketat. Belum lagi wilayah udara yang padat oleh lalu lalang pesawat-pesawat sipil dan militer yang menjadikan wilayah udara nusantara ini sebagai jalur internasional yang pada akhirnya berbenturan dengan kedaulatan negara. Tidak heran banyak pelanggaran udara oleh pesawat-pesawat asing baik sipil maupun militer yang kesemuanya ini bisa diartikan sebagai pelanggaran kedaulatan terhadap wilayah NKRI. 

Pangkalan-pangkalan militer asing yang mengelilingi Indonesia seperti Pulau Cocos, Pulau Christmas, Pulau Andaman, Diego Garcia, Darwin, dll jelas membawa dampak negatif bagi pertahanan dan keamanan di tanah ini. Apalagi pangkalan-pangkalan militer asing tersebut menjadi kepanjangan tangan negara tertentu untuk menginvasi dan menguasai nusantara ini yang kaya sumber daya alam. Tentu saja ini tidak tersurat oleh pejabat-pejabat militer mereka, namun sudah dapat dipastikan segala macam kejadian dan peristiwa belakangan ini yang menimpa anak negeri merupakan rekayasa mereka. Kita ingat kasus pelanggaran wilayah oleh Amerika, Australia, Malaysia, Singapura, Papua Nugini merupakan kasus yang disengaja untuk memancing pemerintah untuk melakukan blunder dengan menyatakan perang. 

Bomber-bomber barat seperti B-1B Lancer, B-2 Spirit, B-52 Stratofortress belum lagi pesawat tempur generasi 4++ dan 5 seperti F-15 SE, F-18 Super Hornet, Growler, F-117, F-22 Raptor dan F-35 yang jelas-jelas bermarkas di sekeliling nusantara ini. 
Maka akuisisi Tupolev Pak Da memang keharusan namun demi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia tercinta, sudah sepatutnya dan itu pasti. 

Minggu terakhir ini telah cukup sibuk dalam hal konsep generasi berikutnya: Boeing meluncurkan versi terbaru dari F / A-XX konsep tempur generasi keenam, Lockheed Martin Skunk Works merilis baru UCLASS Konsep video dan, setelah beberapa tahun evaluasi dan studi, PAK-DA desain konseptual Rusia diberikan persetujuan resmi. 

Dalam pertemuan dengan anggota parlemen Rusia, Panglima Angkatan Udara Letnan Jenderal Viktor Bondarev mengatakan bahwa semua dokumen yang relevan ditandatangani memungkinkan industri untuk memulai pengembangan sistem untuk pesawat. 

Dengan bentuk sayap yang terbang dan kemampuan menghindari radar, subsonik PAK-DA ditakdirkan untuk menggantikan penuaan armada 63 Tu-95 Bear and 13 Tu-160 Blackjack pembom strategis. 

Menurut RIA Novosti, komandan Angkatan Udara Rusia bersikeras bahwa pesawat akan dilengkapi dengan sistem peperangan elektronik canggih dan dipersenjatai dengan rudal jarak jauh pesiar baru berkemampuan nuklir, dan akan mampu membawa berbagai macam senjata konvensional presisi dipandu. 

Pesawat baru akan masuk tahap produksi pada tahun 2020 dengan bomber pertama dalam pelayanan aktif dengan rentang waktu 2025-2030. 

The PAK-DA tidak akan hipersonik (bahkan jika itu mungkin akan membawa rudal hipersonik) yang bertentangan dengan Amerika X-51, ​​Falcon program pembangunan hipersonik lainnya HTV-2 dan di mana perspektif kemampuan serangan AS akan didasarkan. 

 "generasi keenam" pembom strategis tanpa pilot didasarkan pada PAK-DA bisa datang sekitar 2040-2050. Oleh sebab itu proyek ini menjadi proyek kemitraan strategis antara Russia-Indonesia untuk jangka panjang yang memerlukan biaya besar. Semoga mimpi jadi kenyataan, Amin.