Sabtu, 16 Agustus 2014

Mengawasi udara NKRI bersama Beriev A-50

Berkas:Beriev A-50EI Mainstay2009.jpg
Militer Indonesia-Beriev A-50 ( nama pelaporan NATO "Mainstay") adalah pesawat peringatan udara dan sistem kontrol (AWACS) Soviet berdasarkan pada pesawat transportasi Ilyushin Il-76.
Pesawat ini digadang-gadang mampu beroperasi di wilayah timur Indonesia dimana separuh lebih alutsista timur tersimpan. Sehingga konektifitas antar alutsista dapat berjalan dengan baik dan tentu saja memberikan efek deteren lebih terhadap musuh-musuh yang berniat tidak baik terhadap NKRI.
Dikembangkan untuk menggantikan pesawat Tupolev Tu-126 "Moss" , A-50 pertama kali terbang pada tahun 1978. Beriev A-50 ini mulai beroperasi pada tahun 1984, dengan sekitar 40 diproduksi tahun 1992.

Spesifikasi (A-50)

ILYUSHIN A-50 MAINSTAY.png

Karakteristik umum

  • Kru: 15
  • Panjang: 49.59m (152 ft 8 in)
  • Lebar sayap : 50.50 m (165 ft 6 in)
  • Tinggi: 14.76 m (48 ft 5 in)
  • Area sayap: 300 m² (3.228 ft ²)
  • Berat kosong : 75.000 kg (165.347 £)
  • Max. berat lepas landas : 170.000 kg (374.786 £)
  • Powerplant : 4 × Aviadvigatel PS-90 turbofan A, 157 kN (35.200 lbf) masing-masing

Prestasi

  • Kecepatan maksimum : 900 km / h (559 mph)
  • Rentang : 6.400 km (3.977 mil)
  • Layanan langit-langit : 12.000 m (39.371 kaki)
Semoga cita-cita TNI sebagai garda terdepan yang tangguh dan disegani tidak dikebiri oleh kebijakan yang pro pemodal asing yang menginginkan TNI lemah. Jayalah TNI, jayalah NKRI.