Militer Indonesia- Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia, Flagship untuk TNI AL telah diputuskan dan siap diboyong. Pengadaan Kapal Induk ini merupakan proyek strategis dan merupakan kado paling manis diantara kado-kado yang dipersembahkan Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kerjasama dengan Russia, Ukraina, dan India menghasilkan kesepakatan pembelian Kapal Induk eks AL Uni Sovyet yang telah mengalami Retrofit disegala segi, baik rangka, lambung, mesin hingga persenjataannya. Diperkirakan bulan Juli sudah akan tiba di Indonesia untuk mengawal Pulau Jawa dari serbuan Australia dan konco-konco sehingga memberi efek gentar kepada negeri para bromocorah tersebut.

Kapal Induk ini akan memuat Pesawat Tempur Su 33 dan Mig 29 Fullcrum, yang merupakan satu paket sehingga tidak seperti Kapal Induk Liaoning yang masih mencari pesawat tempur yang sesuai. Nantinya akan beroperasi di Samudra Hindia dan pada tahun-tahun selanjutnya akan berdatangan Kapal Induk lain dari Spanyol, Rusia dan Inggris tergantung pada kesepakatan yang akan dicapai dengan tim-tim yang dikirim oleh Pemerintah RI di akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014.

Adapun Nama Kapal Induk yang diusulkan diantaranya adalah Sukarno, Suharto, dan beberapa nama-nama Raja-raja kerajaan di Nusantara ini. Apapun namanya, kita patut berbangga kepada TNI, bahwasanya ditengah himpitan ekonomi dan minimnya anggaran, TNI mampu merespon tantangan-tantangan dari luar dengan menghadirkan deretan alutsista gahar sehingga memaksakan musuh untuk tidak gegabah menghadapi Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar