Senin, 05 Mei 2014

SATELIT MILITER TELAH MENGUDARA (OMDO)

  
\
   
Ilustrasi Satelit Palapa C2.
Militer Indonesia-Berbagai isu penyadapan, berita hilangnya pesawat MH 370 serta biasnya berita-berita nasional pesanan asing datang silih berganti. Seolah-olah membenarkan sinyalemen lemahnya jalur komunikasi di Indonesia lantaran satelit asing yang beroperasi di wilayah angkasa kita. Dan tudingan-tudingan asing kepada negara ini sebagai sarang terorisme, yang dituduh dibalik hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) beberapa waktu lalu. Belum lagi berita yang menyudutkan TNI khususnya intelegen kita lemah dengan banyaknya pelanggaran wilayah nusantara oleh negara-negara sahabat. Negara ini lemah karena tidak memiliki satelit sendiri, setelah di jaman Megawati, satelit Indonesia telah dijual kepada asing. 
Contoh Jaringan Satelit Militer Amerika Serikat
     Namun, dijaman SBY ternyata TNI telah meluncurkan satelit militer buatan dalam negeri yang diluncurkan dari bumi Papua sejak tahun 2012. Satelit ini buatan dalam negeri yang dikerjakan oleh  LAPAN, BATAN, LEN, PTDI, BPPT dan perusahaan-perusahaan lain dari dalam negeri serta dibantu oleh tenaga ahli dari Rusia. Peluncuran ini terbilang sukses meskipun ada sedikit hambatan, diantaranya masuknya drone barat yang masuk mendekati tempat peluncuran, sehingga harus dihancurkan oleh BUK-M2 dan dua pesawat F-18 negara asing menjadi korban S-300 MPU. 
     Berbagai peristiwa penyadapan dan pelanggaran wilayah nusantara bukanlah tidak diketahui, melainkan sangat terpantau . Bahkan satelit ini mampu memetakan pangkalan-pangkalan asing disekitar Indonesia beserta isinya dengan sangat jelas. Namun tidak membuat TNI gegabah mengambil tindakan, semua tetap dalam koridor dan bahkan cenderung dibiarkan. Ini adalah strategi untuk tidak masuk kedalam jebakan asing untuk memulai perang, namun bilamana asing yang memulai, yakin bahwa Indonesia mampu menjadi lawan sepadan bagi Amerika Serikat untuk saat ini. 
     Dan akhirnya, kemandirian beralutsista memang jalan terbaik dan satu-satunya untuk memenangkan perang yang tinggal menunggu waktu dimulai. Maka, pilihlah pemimpinmu yang bisa menjaga alutsista terbaik negeri ini, jangan kau serahkan pada antek asing yang pasti akan 'menggadaikan' segalanya demi kekuasaan dan pesanan. Pilihlah pemimpinmu yang bisa bekerja, bekerja dan bekerja, bukan pemimpin yang jual tampang  dan C3 (cuma cengar-cengir). 
     Ah indahnya mimpiku, hehehe.... (sumber : mimpi)

ket: OMDO (On My Dream Only)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar