
Militer Indonesia-Kedekatan hubungan Indonesia dengan Korea Selatan di masa pemerintahan SBY terutama kerjasama bidang militer begitu terasa. Kerjasama pembuatan pesawat generasi 4++ yaitu KFX/IFX, kapal selam Changbogo Class dan kapal perang permukaan Makasar Class (LPD) yang pada akhirnya membuat BUMN dalam negeri menggeliat dan mampu memproduksi sendiri alutsistanya berkat adanya ToT. Disamping itu banyak pembelian alutsista lainnya dari Korea Selatan yang masuk mengisi arsenal TNI, pesawat tempur T-50 Golden Eagle, Panser tarantula, Armor Patrol Cruise Car, KH-179 155 mm artillery, dan masih banyak lagi kerjasamanya.

Rupanya yang luput dari perhatian adalah kerjasama pengadaan Cheon-Gung, Cheon-Kung dan Haesung yang merupakan sistem persenjataan dari matra darat hasil kerjasama Rusia-Korea Selatan. Ini memang alutsista strategis dan memang kita mengejar teknologinya lebih cepat dibandingkan jika langsung akuisisi dari Rusia yang notabene agak sulit dalam ToT. Meskipun pada akhirnya kita mendapatkan ToT juga dari Rusia yang datang belakangan.

Rusia telah bekerja sama dengan Korea Selatan (ROK) dalam pengembangan sistem rudal ROK itu. contoh yang baik adalah KP-SAM Chiron MANPADS, SSM-700K albotibialisAshm Sea Star dan KM-SAM SKy Bow. Korea Selatan mendapat bantuan teknologi dari Rusia. Berikut adalah beberapa statistik. ROK MoD menghabiskan 10.349.000 USD untuk teknologi KP-SAM terhadap Rusia melalui periode 1994 ~ 1999 dan mungkin lebih setelah itu. Mereka juga menghabiskan 2,8 juta USD untuk teknologi KM-SAM menuju Rusia pada tahun 1998. saat itu, Proyek KM-SAM hanya di atas kertas. pada tahun 2001 pembangunan dimulai konseptual, pengembangan sistem yang sebenarnya dimulai setelah menerima Multi Fungsi Radar prototipe KM-SAM dari Almaz, Rusia pada tahun 2006 dan pengembangan sistem KM-SAM seluruhnya selesai 2011.

SSM-700K: uji terbang pertama SSM-700K albotibialisAshm Sea Star untuk Angkatan Laut ROK yang dilakukan dengan Rusia pada 21 Agustus 2003 dan dengan dalam negeri Korea Selatan diluncurkan 20 Desember 2005.

Sebagai hasil dari uji terbang langsung SSM-700K tahun 2003, yang diyakini sebagai salah satu hasil kerjasama dengan Rusia, Badan Pembangunan Pertahanan mendapat otorisasi menggunakannya untuk dapat digunakan oleh ROK dan media melaporkan ROK menjadi SSM-700K rudal kapal-ke-kapal. dan dua tahun kemudian ROK menguji SSM-700K. ADD, Badan Pengembangan Pertahanan, mulai KM-SAM (Cheongung) pembangunan sejak tahun 2006 tapi awal tanggal mempelajari kembali ke tahun 2001. Basis sistemnya adalah S-400 Rusia, dimana teknisi dengan kerjasama Rusia miniatur sistem radar besar untuk yang kecil cukup untuk menginstalnya pada truck motor roket, juga dipelajari berdasarkan rudal kecil Rusia (9M96) dan sampai proses ini kemudian mulai dikembangkan sejak tahun 2006.

Kerjasama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengadaan ini telah tercatat di tahun 2013, mengenai jumlahnya tidak diketahui. Semoga ini dapat membantu upaya kemandirian untuk alutsista khususnya pembuatan Rudal Nasional (R-Han). Maaf lagi ngehoak, hehehe..... Salam NKRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar