
Militer Indonesia-Sukhoi saat ini disamping penghasil pesawat sipil juga penghasil pesawat tempur yang sudah malang melintang di dunia dengan produk yang laris dipasaran yakni Su-27 dan Su-30. Berbagai versi dari kedua jenis pesawat itu yang sudah meramaikan perdagangan dunia dari Eropa hingga Asia, menjadi primadona karena memiliki harga yang murah namun kinerjanya diatas rata-rata pesawat dikelas yang sama yakni Generasi 4.


Program KFX/IFX yang sudah berjalan hasil kerjasama dengan Korea Selatan ternyata bukan satu-satunya kerjasama pembuatan pesawat tempur Indonesia, banyak proyek dilakukan termasuk LFX, Srikandi, Bango dan masih banyak lagi. Selain itu Indonesia juga bekerjasama dengan Rusia dalam pengembangan bersama pesawat tempur Generasi 4++ dan Generasi 5 telah berjalan cukup lama, satu diantaranya dengan Sukhoi. Banyak prototipe dari Sukhoi yang menjadi bahan eksperimen tenaga ahli kita satu diantaranya Su-47 Berkut.


Bentuk pesawat dengan sayap menyapu kedepan tentu tidak lazim dalam desain pesawat tempur saat ini, namun ternyata memiliki keunggulan tersendiri. Sayap menyapu kedepan menghasilkan koefisien angkat maksimum yang lebih besar, momen lentur yang lebih kecil, dan delayed stall. Pada saat pesawat dalam posisi menyerang, sapuan kedepan secara geometris menghasilkan sudut datang sayap bagian yang lebih besar ketika sayap menekuk dibawah muatan. Ini berarti daya angkat menjadi besar, daya muat lebih massif, sudut datang lebih besar. Namun desain ini memiliki kelemahan yakni cenderung mengalami kegagalan secara struktural pada kecepatan rendah, yang kemudian diatasi menjadikan sayapnya menekuk kearah bawah.


Su- 47 memiliki dua mesin twin turbofan masing-masing memberikan daya dorong hingga £ 18.700 dan £ 32.000 di afterburner. Pesawat ini memiliki kelincahan yang sangat tinggi dimana radius putar maksimalnya 1.090 meter, pada kecepatan subsonik memungkinkan pesawat untuk mengubah sudut atas menyerang dan jalur penerbangan yang sangat cepat , dan juga mempertahankan manuver di supersonik pesawat flight. Dan untuk pertempuran jarak pendek, jarak sependek ini bisa menjadi malapetaka bagi musuh. Dalam hitungan detik, posisi Berkut sudah siap untuk melesakkan senjatanya. Kecepatannya juga mengesankan dunia yang hampir mencapai 2 match. Disamping itu pesawat ini memiliki kecepatan minimum yang rendah, mampu take-off dan landing jarak pendek sehingga sangat cocok ditempatkan di Lapangan Udara yang pendek terutama di pulau-pulau kecil.


Badan pesawat ini dibangun terutama dari aluminium dan paduan titanium dan 13 % berat dari bahan komposit. Sedang panel sayapnya dibangun hampir 90 % komposit . Pesawat ini memiliki kemampuan menggotong 14 titik senjata dimana bisa membawa rudar udara ke udara (Air to Air) yakni R-77, R-77PD, R-73 dan K-74 serta rudal udara ke permukaan (Air to Surface) yakni X-29T, X-29L, X-59M, X-31P, X-31A, KAB-500, dan KAB-1500.


Pada perkembangan selanjutnya sayap menyapu kedepan ini dibuat dapat berputar kearah belakang selayaknya diterapkan pada pesawat Mig-23/27. Tujuannya disamping untuk mendapatkan manuver sesuai yang diinginkan pilot, ternyata juga untuk kamuflase. Maka bila anda melihat pesawat tempur lewat diatas anda dan berbentuk seperti EF Thypoon dan Rafale, jangan-jangan itu si Berkut ini, hahaha. Salam NKRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar