


Militer Indonesia-Banyaknya insiden yang melibatkan pesawat tempur F-16 merupakan pukulan telak bagi pemerintah Indonesia, dimana pesawat ini telah lama menjadi tulang punggung pertahanan udara sejak pemerintahan Presiden Suharto hingga sekarang. Insiden demi insiden mewarnai pesawat dimana terakhir ketika terjadi pada saat upacara pembaretan Presiden Joko Widodo bersamaan dengan peringatan hari Jadi TNI AU. Dan pada saat setelahnya ditemukan kasus keretakan pada badan pesawat yang terdeteksi di dua pesawat yang baru saja dikirimkan dari Amerika Serikat.



Oleh sebab itulah, ketika opsi pergantian pesawat F-16 ini dimunculkan maka kandidatnya haruslah sekelasnya. F-16 merupakan pesawat tempur kelas menengah (medium class) maka penggantinya haruslah sekelas. Salah satu kandidatnya yakni pesawat tempur Yak-75 Fireball dari Russia yang merupakan pesawat generasi kelima. Pesawat ini merupakan proyek peninggalan dari pemerintahan Uni Sovyet sebelum runtuh. Tidak seperti pendahulunya yang mengisi kelas ringan yakni Yak 130 yang telah mengisi arsenal TNI AU untuk latih lanjut, Yak-75 Fireball ini merupakan pesawat tempur kelas menengah, sehingga tepat bila difungsikan sebagai pengganti F-16.





Meskipun masih prototipe, mengingat lamanya waktu yang digunakan untuk pengujian dan pengembangan maka sudah barang tentu saat ini sudah masuk lini produksi. Sudah sepantasnya pesawat ini bisa masuk kesini memperkuat pertahanan udara kita. Namun lagi-lagi ini cuma harapan saja dan semoga dapat didengar oleh para pemangku kepentingan. Salam NKRI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar