Jumat, 22 Mei 2015

Wacana Pengadaan PAK TA Sebagai Pengganti Hercules (Opini)

Can you picture it rolling down the tarmac? Picture: Oscar ViƱals
Militer Indonesia-Luasnya wilayah Indonesia yang terdiri dari kumpulan ribuan pulau mengakibatkan sulitnya deploymen alutsista secara cepat dan tepat. Bila menggunakan LST tentu waktunya terlalu lama, apalagi bila keadaan sangat genting seperti saat ini di beberapa wilayah di tanah air khususnya di perbatasan negara. Tentu sangat merepotkan bila pergerakan dari darat yang mengandalkan MBT terhalang jarak jangkau yang melewati lautan, Maka pesawat kargo seperti Hercules sangat penting, namun masih terbatas kapasitas angkutnya.
Dalam hal ini, Rusia tengah mengembangkan PAK TA yakni pesawat kargo besar yang mampu terbang kecepatan supersonik (hingga 1235km / jam), dapat membawa sampai 200 ton dan memiliki jelajah hingga 7.000 kilometer. Atau kira-kira jarak antara Sydney dan Hong Kong.
Rusia tengah membangun 80 dari pesawat kargo PAK TA hingga 2024, maka Indonesia perlu untuk menjalin kerjasama didalamnya mengingat kebutuhan yang amat mendesak.
Armada A diduga mampu penyebaran penuh militer.

Namun, banyak pengamat militer skeptis melihat proyek ini dikarenakan berat dan ukuran PAK TA membutuhkan landasan yang panjang dan besar, apalagi  konsumsi bahan bakarnya sangat besar. Belum lagi lebar sayapnya, menjadikannya sebagai sasaran empuk bagi pasukan musuh.
Itu sejalan dengan tujuan Rusia untuk memodernisasi pesawat angkut yang telah mengalami penuaan dalam 10 tahun ke depan. Negara ini telah mendedikasikan lebih dari $ 130 miliar hingga 2020 untuk modernisasi angkatan udara yang besar.

PAK TA akan dapat mengangkut tidak hanya MBT Armata, tetapi perangkat keras militer lainnya, seperti enhance self-propelled artillery weapons systems, tactical missiles carriers, multiple missile launch systems, anti-aircraft missile complexes dan antitank missile vehicles.
Pesawat kargo ini akan menjadi pesawat multi-level dan memiliki kemampuan untuk Air Drop hardware  (memasok alutsista dari udara) dan tentara di medan apapun.
Mengintimidasi ... jika nyata.

"Ini berarti untuk pertama kalinya kita memiliki tujuan menciptakan kemampuan operasional untuk mengangkut tentara penuh ke tempat yang diinginkan di planet ini," kata sumber itu.
Armada ini nantinya dapat memberikan gugus tugas seukuran dengan pasukan NATO dan AS yang berada di Irak dalam hitungan jam ke benua manapun. Nah, tidak ada salahnya kan kalau kita mengakuisisi ini? Salam NKRI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar