
Militer Indonesia-Tahun 2014 merupakan momen yang tak dapat dilupakan bagi seluruh rakyat Indonesia, berbagai peristiwa, hajatan, terus terjadi dari awal tahun hingga penghujung tahun. Dari memanasnya hubungan RI dengan Australia, Singapura dan terakhir Papua Nugini serta memanasnya situasi Laut China Selatan (LCS) dimana Natuna masuk dalam klaim wilayah negeri panda tersebut. Indonesia seolah-oleh terjepit diantara dua blok yakni blok barat dan blok timur, seolah-olah tiada teman yang sejati, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi.

Penguatan daya tawar, diplomasi, haruslah selaras dengan perkuatan ekonomi, budaya, demokrasi, dan jati diri terlebih perkuatan militer sebagai ujung tombaknya. Jikalau militer kuat tentulah tidak ada negara manapun yang akan mengintervensi setiap kebijakan yang ditempuh pemerintah baik yang berhubungan dengan kepentingan rakyatnya maupun kepentingan masyarakat global. Maka ketika itu diwujudkan dalam bentuk pembelian alutsista bukanlah pemborosan namun sebagai upaya pemerintah untuk menjaga generasi ini dan generasi yang akan datang tetap utuh, dalam bingkai NKRI yang adil dan makmur tentunya.
Tanggal 10 Pebruari dilakukan kunjungan ke pabrik pembuatan pesawat Dassault Rafale di Merignac, Bordeaux, Perancis oleh tim dari Kemenham dan TNI AU untuk memastikan pengiriman dan kesiapan pilot-pilot yang mengawakinya. Dimungkinkan Indonesia akan menjadi pemilik pertama diluar Perancis yang akan memiliki pesawat tempur ini setelah India gagal menyepakati mengenai pengiriman 126 pesawat dengan rincian 18 pesawat akan dibuat di Perancis dan 108 pesawat akan diproduksi oleh HAL (Hindustan Aeronautics Ltd) seperti dilansir defensenews.
| 3-View |
![]() | A three-view drawing (1638 x 924) |
| Specification |
| MODEL | Rafale C | |
| ENGINE | 2 x SNECMA M88-2 turbofans, 7500kg | |
| WEIGHTS | ||
| Take-off weight | 19500 kg | 42990 lb |
| Empty weight | 9060 kg | 19974 lb |
| DIMENSIONS | ||
| Wingspan | 10.9 m | 36 ft 9 in |
| Length | 15.3 m | 50 ft 2 in |
| Height | 5.34 m | 18 ft 6 in |
| PERFORMANCE | ||
| Max. speed | 2070 km/h | 1286 mph |
| ARMAMENT | 1 x 30mm cannon, bombs and missiles on 14 hardpoints | |
Kemampuan Rafale setara dengan Su 35Si yang telah dimiliki Indonesia, sehingga tidak berlebihan jika pemerintah dalam hal ini TNI AU berusaha memiliki 100 pesawat, mengingat luasnya wilayah nusantara. Dalam simulasi dengan Su 35Si hanya Dasault Rafale yang mampu menghindar dari jamming dan rudal-rudal The Flanker ini. Sebuah keuntungan bagi Indonesia yang saat ini memerlukan pesawat tempur kelas berat mendampingi Su 35Si, sehingga TNI AU tidak akan kesulitan untuk menangkal setiap ancaman khususnya ancaman dari udara. Kita tunggu saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar