
Militer Indonesia-Gonjang-ganjing politik dan hubungan internasional khususnya dengan tiga tetangga terdekat yakni Australia, Singapura dan Papua Nugini patut dicermati. Dari peristiwa penyadapan oleh kelompok lima mata (five eyes) yaitu Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura yang kemudian bekerjasama dengan Amerika Serikat lewat badan inteligen NSA hingga peristiwa-peristiwa selanjutnya baik berupa pelanggaran wilayah RI oleh Kapal Perang AL Australia, Penerobosan ruang udara oleh F15 SG di udara Batam, pelarangan KRI Usman Harun melewati wilayah Singapura, hingga pembakaran kapal nelayan Papua oleh Papua Nugini. Dan kalau dikilas balik adanya penempatan kekuatan militer AS di selatan Indonesia yaitu di Darwin, Pulau Cocos dan Pulau Chrismast jelas-jelas mengepung Pulau Jawa yang oleh Amerika untuk menghadapi Hegemoni China. Rentetan peristiwa ini seolah-olah sebuah lakon yang telah disusun secara sistematis dan saling terkait satu dengan yang lainnya. Dan momentumnya adalah tahun politik yaitu tahun 2014.
Harus disadari bahwa 75% rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa dengan luasan yang tak seberapa dibandingkan dengan pulau-pulau besar yang lain seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Pusat pemerintahan dan pusat ekonomi masih Pulau Jawa yang mendominasi, meskipun pembangunan sudah merata namun tak dapat dipungkiri, kesemuanya itu pusatnya disini. Pusat kebudayaan dari jaman purba hingga saat inipun Pulau Jawa tak tergantikan, bahkan telah mulai terkuak bahwa peradaban awal di bumi ini ada di Pulau Jawa termasuk Nabi-Nabi kita. Berbagai penemuan termasuk Candi Borobudur, Ratu Boko, Gunung Padang, Gunung Sadahurid, dll ternyata menyisakan banyak pertanyaan, mengapa kebudayaan masa lalu lebih canggih dari masa kini?

Kepentingan asing untuk menguasai tanah ini mulai nampak belakangan ini, peristiwa penyadapan Presiden dan Ibu negara hasil bocoran Snowden, yang merupakan simbol negara jelas-jelas menunjukkan siapa sejatinya musuh kita. Ditambah lagi dengan terungkapnya penyadapan terhadap pelanggan Indosat dan Telkomsel oleh Australia dan Amerika, menimbulkan kecurigaan yang sangat besar, ada apakah ini?
Bahkan ada ramalan yang menyatakan bahwa tahun 2014-2017 akan ada goro-goro, yakni peperangan yang amat dasyat antara kebajikan dan kejahatan dan Pulau Jawa adalah medan perangnya, semoga tidak terjadi.

Antisipasi Pemerintah Indonesia yang dinahkodai oleh Presiden SBY dengan merapatkan barisan, memperkuat nasionalisme dan yang pasti memperkuat otot-otot TNI di tiga matra yakni darat, laut dan udara. Berbagai alutsista canggih dari dalam dan luar negeri silih berganti datang beriringan dalam jumlah yang fantastis dari alutsista tergahar dengan derasnya dibeli, meskipun yang diekspos hanya sedikit. matra udara diisi dari pesawat tempur The Flanker Family, Rafale, Typhoon, Grippen, F-Series, pembom Tupolev family telah dan terus berdatangan diback up dengan S300, S400, DF21, Patriot termasuk didalamnya. Matra laut diisi Kapal Induk, LHD, Kapal Selam Nuklir, diesel elektrik, Destroyer, Frigate, Korvet ditambah Rudal Klub S, SLBM dan tentunya pesawat tempur dan helikopter sebagai pengawalnya. Matra darat dengan menambah ribuan MBT dari Leopard, T90S, Chalengger, mediumnya dari Pindad hasil kerjasama dengan Turki, Marder dibantu juga penambahan panser, APC, serta rudal jelajah antar benua (ICBM). Satelit Militer, Radar militer, Klewang, Bango, Srikandi, pembentukan Pasukan Cyber, Pembentukan detasemen-detasemen baru ini memperkuat analisa bahwa perang yang tak terhindarkan ini sudah diantisipasi.
Harus diingat bahwa tahun 2014 akan dibentuk empat Kogabwilhan (Komando Gabungan Wilayah Pertahanan) yakni Kogabwilhan Barat berpusat di Sumatra, Kogabwilhan Tengah yaitu Kalimantan dan Sulawesi, Kogabwilhan Timur yakni Papua, Maluku dan Nusa Tenggara, serta Kogabwilhan Utama yakni Pulau Jawa dan Bali. Semua alutsista ini dibagi untuk semua Kogabwilhan, dan Jawa memang yang terkuat dan terbanyak mengikuti jumlah penduduk yang harus dilindungi.
Memang Australia, Singapura dan Papua Nugini serta malaysiapun jika mengeroyok Indonesia bukanlah lawan yang sepadan buat Indonesia, kekuatan militer mereka berempatpun jika digabungkan tidak ada apa-apanya dibandingkan kekuatan TNI baik kulitas dan kuantitas personelnya, alutsistanya maupun manajemennya. Tetapi yang patut dicermati adalah kekuatan dibelakangnya yakni Amerika Serikat dan kroni-kroninya. China dan mungkin pula Rusia yang notabene adalah kawan karib selama ini bisa saja dimasa depan menjadi musuh, dimana di dunia ini tidak ada kawan sejati yang ada hanya kepentingan abadi, maka perkuatan militer ini adalah pencegah dari penyakit yang akan timbul dimasa depan. Jangan takut, jangan bimbang, jangan pula jadi pengecut atau bahkan pengkhianat bangsa, percayalah Bangsa Indonesia ditakdirkan jadi Bangsa besar melebihi bangsa-bangsa lain sejak awal mula peradaban. NKRI harga mati!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar