Militer Indonesia-Indonesia telah mengakuisisi 3 Kapal jenis Penjelajah Slava Class, yakni Ukrayina, Oktyabrskaya Revolutsiya (Rossiya) dan Admiral Gorshkov bekas Angkatan Laut Uni Sovyet, dimana salah satunya sedang diuji coba tempur dalam konflik Suriah dan Ukraina sekarang ini. Slava Class / Project 1164 Cruiser adalah kapal perang permukaan konvensional dengan berat 11.280 ton dirancang untuk peran anti kapal Induk (Carrier) yang memiliki 16 baterai Rudal surface to surface SS-N-12 Sandbox
yang penempatanya 8 baterai dimasing-masing sisi. Masih ditambah 8 Rudal anti pesawat jenis SA-N-6 Silo (delapan rudal per silo).Terdapat dalam tabung peluncuran vertikal, rudal ini dimaksudkan untuk memberikan kelompok tempur Soviet dengan pertahanan terhadap carrier atau pesawat udara darat menembakkan amunisi kontemporer stand-off seperti rudal anti-kapal. Ada juga kembar SA-N-4 silo terletak di kedua sisi pintu gantungan.

Senjata anti-kapal selam terdiri tabung torpedo 533 mm tetap dipasang di belakang jendela di kedua sisi lambung dekat hanggar dan dua belas laras peluncur RBU-6000 hanya maju dari jembatan. Dek penerbangan dibesarkan di buritan memungkinkan pengoperasian helikopter Ka-27. Persenjataan meliputi enam CIWS 30mm Gatlings, dua ke depan jembatan dan dua di kedua sisi suprastruktur hanya maju dari saluran. Meriam utama terdiri dari 130mm twin terletak di setelah akhir forecastle tersebut.![]() Penempatannya sementara masih di Surabaya, namun ketiga Kogabwilhan sudah terbentuk akan disebar terutama untuk melindungi Coke point di selat sunda, lombok dan papua. Diharapkan bulan Maret 2014 ini su |
dah diberangkatkan menuju Ujung Surabaya untuk proses pengecatan dan serah terima. Semoga TNI AL makin berjaya dilaut.

hoax cuk
BalasHapusHoax njing
BalasHapus